Mahasiswa Tanam Bambu Jaga Sumber Mata Air di Malang

Daviq Umar Al Faruq 24 Juni 2018 15:08 WIB
lingkungan
Mahasiswa Tanam Bambu Jaga Sumber Mata Air di Malang
Mahasiswa tanam bambu untuk menjaga sumber mata air di Kabupaten Malang, Medcom.id - Daviq
Malang: Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat untuk masyarakat sekitar. Yakni dengan ikut serta dalam melestarikan kawasan sumber mata air. 

Puluhan mahasiswa kehutanan ini menanam bambu di sekitar sumber mata air Desa Kucur, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Jawa Timur. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga mata air terakhir di daerah tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kehutanan Agus Firmansyah mengatakan air merupakan salah satu kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan jumlah populasi manusia yang meningkat, kebutuhan akan air juga terus bertambah. 


Sehingga, karena adanya perubahan tersebut maka diperlukan upaya pelestarian kawasan sumber mata air untuk memastikan ketersediaan air di masa depan.

"Bisa dibilang air itu dibutuhkan di hampir semua aktivitas manusia. Karena sekarang sudah mulai banyak daerah yang beralih fungsi jadi pemukiman, karenanya kita berusaha jaga mata air ini," katanya, Minggu, 24 Juni 2018.

Agus menambahkan tanaman bambu dianggap mampu menyimpan air dalam jumlah besar meski tengah musim kemarau. Sehingga penanaman bambu ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan debit air di sumber mata air di kawasan tersebut.

"Karena bambu memang bisa menyimpan air banyak, maka dari itu kami berharap dengan semakin banyaknya bambu di sekitar mata air, ketersediaan air dapat terjaga bahkan meningkatkan debitnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Kehutanan UMM, Tatag Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi yang terkait pengabdian dan penelitian.

"Bersama masyarakat setempat, kami dosen dan mahasiswa bergotong royong untuk menjaga lingkungan khususnya disekitar kawasan mata air Desa Kucur," tegasnya. 

Ke depannya, kegiatan serupa diagendakan akan terus dilakukan. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, mahasiswa juga bisa merasakan bagaimana praktek langsung di lapangan.

"Dibandingkan sekedar teori, pengalaman di lapangan akan lebih bisa dirasakan oleh mahasiswa karena pada akhirnya semua ilmu tersebut akan dipraktekkan di kehidupan," pungkasnya.




(RRN)