Pejabat di Tulungagung Tutup Mulut Ihwal Penangkapan KPK

Antara 07 Juni 2018 09:57 WIB
ott kpk
Pejabat di Tulungagung Tutup Mulut Ihwal Penangkapan KPK
ilustrasi-medcom.id
Tulungagung: Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Jawa Timur Jarianto mengaku, belum mendapat informasi terkait kabar operasi tangkap tangan (OTT) salah satu pejabat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya belum ada yang lapor ke saya dan belum ada berita resmi ke saya," jawab Jarianto saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis 7 Juni 2018. 

Jariato menolak berkomentar soal kabar penangkapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Sutrisno, oleh KPK.


Namun, dia mengaku telah mendegar desas-desus penangkapan tersebut dari internal pemerintahan. "Nanti saya tak coba tanya ke teman-teman. Informasi yang sebenarnya seperti apa," katanya. 

Baca: KPK Gelar OTT di Tulungagung dan Blitar

Sebelumnya Kadis PUPR Sutrisno disebut ditangkap KPK pada Rabu sore, 6 JUni 2018,  sekitar pukul 17.45 WIB, di depan pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso usai mengikuti buka bersama dan santunan anak yatim yang digelar Pj Bupati Jarianto.

Tak hanya Sutrisno yang dibawa komisi antirasuah, tapi juga seorang swasta dengan barang bukti satu koper berisi uang yang diduga suap proyek infrastruktur daerah setempat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Dwi Hari Subagyo mengaku belum tahu kepastian kabar perihal penangkapan Kadis PUPR terebut. 

"Terus terang kami juga belum tahu kabar kepastiannya seperti apa.  Dan kami juga belum mendapat informasi secara pasti perkembangannya sampai saat  ini," jawab Dwi Hari. 

Dwi mengungkap, hari ini Sutrisno belum terlihat masuk kantor. Sutrisno pun tidak memberi kabar ke dirinya maupun staf lain ihwal keberadaannya ataupun kabar penangkapan tersebut. 

Baca: Lima Orang Terjaring OTT KPK di Jawa Timur



(LDS)