Truk bermuatan tembakau ilegal di Malang, Jawa Timur, Minggu, 13 Januari 2019. (Foto: Bea Cukai Malang).
Truk bermuatan tembakau ilegal di Malang, Jawa Timur, Minggu, 13 Januari 2019. (Foto: Bea Cukai Malang). (Daviq Umar Al Faruq)

Petugas Bea Cukai Temukan 3,5 Ton Tembakau Ilegal

nelayan ilegal tembakau
Daviq Umar Al Faruq • 13 Januari 2019 15:29
Malang: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC-TMC) menyita sebuah truk bermuatan tembakau ilegal di Malang, Jawa Timur, Minnggu, 13 Januari 2019.
 
Kepala KPPBC-TMC Malang, Rudy Hery Kurniawan mengatakan, truk tersebut ditemukan saat parkir di Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Isi truk yakni 100 karung tembakau iris ilegal dengan berat 35 kilogram per karung.
 
"Total berat 3,5 ton atau apabila dikonversikan ke dalam batang kurang lebih sebanyak 3.500.000 batang," kata Rudy saat dikonfirmasi, Minggu, 13 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rudy mengatakan, penangkapan truk itu dilakukan saat petugas Bea Cukai Malang dengan melakukan partroli darat. Di sela-sela patroli, petugas kemudian menemukan sebuah truk yang mengangkut tembakau iris tanpa dokumen pelindung cukai.
 
"Di tengah pelaksanaan patroli, petugas mencium aroma tembakau iris dari truk berwarna biru yang sedang parkir di bahu jalan," ungkap Rudy.
 
Truk mencurigakan tersebut kemudian didatangi. Petugas lalu menghubungi aparat penegak hukum di wilayah tersebut untuk menyaksikan petugas melakukan pemeriksaan karena sopir truk tidak berada di tempat.
 
"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 100 karung tembakau iris dengan berat perkarungnya 35 Kg tanpa ada dokumen pelindung cukai. Truk beserta muatannya dibawa ke kantor untuk diamankan," ungkapnya.
 
Selanjutnya, pelanggaran tersebut bakal dikenai pasal 27 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Sampai saat ini, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.
 
Sedangkan, perkiraan nilai barang dari operasi tersebut sejumlah kurang lebih Rp98.000.000. Sementara itu, potensi kerugian negara dari operasi tersebut yakni kurang lebih sebesar Rp35.000.000.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif