Pelaku saat ditangkap di kawasan Jalan Martdinata, Kota Malang. (Istimewa)
Pelaku saat ditangkap di kawasan Jalan Martdinata, Kota Malang. (Istimewa) (Daviq Umar Al Faruq)

Pelaku Mutilasi di Malang Sering ke Rumah Sakit Jiwa

kasus mutilasi
Daviq Umar Al Faruq • 19 Mei 2019 00:53
Malang: Sugeng, 49, pelaku kasus mutilasi di lantai II Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, kini dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat, Lawang. Warga Jodipan, Blimbing, Kota Malang itu dirujuk sejak Jumat, 17 Mei 2019 kemarin.
 
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan pelaku memang sebelumnya sudah pernah diperiksa di rumah sakit jiwa tersebut. Bahkan pelaku juga memiliki kartu check up rutin karena sudah sering berobat.
 
"Pelaku ini diketahui memiliki kartu untuk berobat di RSJ Lawang," katanya, Sabtu 18 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sugeng sendiri dirujuk ke rumah sakit jiwa setelah mendapat rekomendasi dari psikiater. Lewat rujukan tersebut, polisi diharapkan mendapat keterangan medis terkait kondisi kejiwaan Sugeng.
 
"Hasil pemeriksaan psikiater menyebutkan bahwa pelaku pada saat melakukan mutilasi tidak dalam keadaan mengalami gangguan jiwa. Namun gangguan perilaku," ujar Asfuri.
 
Asfuri menambahkan hasil pemeriksaan psikiater juga menyebutkan bahwa pelaku terlihat masih menyembunyikan sejumlah keterangan. Bahkan juga ada dugaan bahwa pelaku memiliki hubungan dengan korban.
 
"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku merasa ingin memiliki korban. Pelaku pernah punya istri tiga lalu dipisahkan. Jadi ada keinginan punya istri lagi," beber Asfuri.
 
Sementara ini, Sugeng dikenai pasal 181 KUHP. Berdasarkan pengakuan Sugeng, dia tidak membunuh korban. Mutilasi dilakukan musabab korban telah meninggal dunia sebelumnya.
 
Disebutkan dalam Pasal 181 KUHP bahwa barang siapa mengubur, menyembunyikan, membawa lari atau menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian atau kelahirannya dipidana paling lama sembilan bulan.
 
"Dugaan sementara masih itu sesuai keterangan pelaku. Namun ini baru pasal yang baru diterapkan. Kami tetap lakukan penyelidikan mendalam kalau ada unsur pidana lain," pungkasnya.
 
Sebelumnya diberitakan, sejumlah potongan tubuh manusia ditemukan di lantai II Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, Selasa 14 Mei 2019. Potongan tubuh tersebut diduga merupakan hasil dari aksi pembunuhan dengan cara mutilasi.
 
Adapun potongan tubuh yang ditemukan yakni sepasang kaki di bawah tangga, sepasang tangan di bawah tangga, potongan badan di kamar mandi dan potongan kepala di bawah tangga dengan dibungkus kresek hitam
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif