Menristekdikti Harap Tak Ada Diskriminasi di Kampus

Daviq Umar Al Faruq 13 Maret 2018 16:43 WIB
pendidikanpancasila
Menristekdikti Harap Tak Ada Diskriminasi di Kampus
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai mengisi kuliah umum di Politeknik Negeri Malang, Selasa, 13 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Rektorat UIN Sunan Kalijaga sempat mengeluarkan kebijakan untuk mendata dan membina mahasiswi bercadar. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menilai kebijakan yang menjurus ke larangan bercadar di sejumlah perguruan tinggi ini sebagai bentuk diskriminasi di wilayah kampus.

Peristiwa ini juga sempat membuat sejumlah perguruan tinggi agama Islam (PTAI) di Indonesia ikut mendapatkan sorotan. Menristekdikti Mohamad Nasir berharap diskriminasi di dalam kampus dihentikan.

"Sejak awal saya telah menyampaikan kepada seluruh perguruan tinggi di bawah Kemenristekdikti agar tidak ada diskriminasi. Baik itu diskriminasi suku, agama, atau gender," katanya usai mengisi kuliah umum di Politeknik Negeri Malang, Selasa, 13 Maret 2018.


Nasir menambahkan pihaknya hanya melarang paham radikalisme berkembang di wilayah kampus. Bahkan dia mengancam rektor yang membiarkan larangan radikalisme di kampus akan berhadapan langsung dengannya.

Munculnya aturan terkait larangan bercadar pada UIN Sunan Kalijaga disebutkan karena dugaan keberadaan dan perkembangan paham radikalisme di kampus.



(SUR)