Anggota DPR RI itu mengatakan itu merupakan kehormatan yang luar biasa baginya. Semula, ia mengambil pendidikan doktor di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia kemudian mendapat saran untuk menjadi guru besar di UB.
"Saya disarankan Prof Ginanjar untuk memperdalam di FIA UB. Karena ternyata ilmu administrasi ini di FIA UB ini satu-satunya di seluruh Indonesia. UI (Universitas Indonesia) saja baru mulai dua tahun ini, kemarin mereka baru studi banding ke sini," kata Fadel usai pengukuhan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Fadel mengaku telah berbicara dengan senat dan rektor UB untuk mempersiapkan pembenahan mata kuliah di FIA UB. Tujuannya agar mata kuliah tersebut memiliki implikasi atau pelaksanaan di daerah-daerah
"Untuk itu kita akan membuat mata kuliah dan mengundang bupati-bupati yang berhasil. Saya telah memberikan nama kurang lebih 20 bupati walikota yang kita mau undang kesini untuk memberikan pengalaman-pengalaman mereka," tegasnya.
Seperti diketahui, butuh waktu 10 tahun bagi Fadel untuk memperoleh pengukuhan guru besar ini. Pasalnya dia harus mengumpulkan nilai kredit sebanyak 850. Pada pengukuhan kali ini, Fadel membawakan orasi ilmiah 'Peran Kewirausahaan Sektor Publik Model Fadel untuk Peningkatan Kualitas Kinerja Pemerintah Daerah'.
Dalam orasinya, dia menyebutkan kinerja pemerintah yang baik adalah yang mampu menjadikan rakyat berpendapatan dan menumbuhkan kepercayaan publik (public trust). Dengan pendekatan kewirausahaan, pengelolaan pemerintahan daerah harusnya diubah.
"Yang paling utama adalah cara pandang terhadap pengelolaan APBD. APBD harus dilihat dan diperlakukan sebagai modal untuk menciptakan keuntungan publik berupa meningkatnya pendapatan rakyat dan kepercayaan publik," terangnya.
Dari pemikiran tersebut, Fadel kemudian mengembangkan pemikiran tentang kewirausahaan sektor publik. Sebab diakuinya, pelayanan publik terutama di tingkat pemerintah daerah sebagian besar masih belum baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
