Macet hingga Teroris Dipantau pada Operasi Ketupat 2018
Tim Respatti mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru di Polrestabes Surabaya, Jatim, 6 Juni 2018, Ant - Didik Suhartono
Sidoarjo: Polres Sidoarjo, Jawa Timur, menyimpulkan beberapa hal menjadi target utama dalam Operasi Ketupat 2018. Selain transportasi, polisi juga mengawasi pangan, bencana alam, dan ancaman teror selama momen Idulfitri 1439 Hijriah. 

"Keempatnya menjadi perhatian serius aparat selama operasi digelar," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Himawan Bayu, Rabu, 6 Juni 2018.

Himawan mengatakan, beberapa waktu lalu, Sidoarjo 'gempar' dengan aksi teror di kabupaten tersebut. Sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo pada 13 Mei 2018. Hasil penyelidikan menyebutkan, ledakan berasal dari unit yang dihuni terduga teroris beserta istri dan anak-anaknya.


Baca: Sumber Ledakan di Sidoarjo Berasal dari Rusunawa

Saat ini, kata Himawan, kondisi Sidoarjo aman dan kondusif. Namun kewaspadaan tetap dilakukan.

Terkait transportasi, dan lalu lintas, lanjut Himawan, petugas akan mengecek kondisi bus, serta pengemudi. Polisi juga ditugaskan di beberapa lokasi, utamanya di titik rawan macet dan kecelakaan.

Pada Operasi Ketupat 2018, sebanyak 664 polisi dan 100 prajurit TNI terlibat. "Kegiatan itu juga dibantu Satpol PP, petugas Dinas Perhubungan, Banser, dan beberapa komunitas," ungkap Himawan.



(RRN)