Polda Jatim Tangani Kasus Penyerangan Polisi Lamongan
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Surabaya: Polres Lamongan melimpahkan berkas dua pelaku penyerang polisi ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Dua pelaku itu adalah Eko Ristanto, 35, warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dan M Syaif Ali Hamdi, 17, warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

"Berkasnya dilimpahkan ke Polda Jatim tadi pukul 11.00 WIB. Berkasnya adalah perkara kasus dugaan tindak pidana terorisme," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, Rabu, 21 November 2018.

Penyidik membuat berkas perkara terorisme itu karena pelaku terindikasi kelompok teroris. Ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai buku tentang radikal di kediaman pelaku.


"Cukup banyak barang bukti yang berhasil kami kumpulkan dari peristiwa dugaan terorisme ini," katanya.

Baca: Polisi Diserang Dua Orang di Lamongan

Polisi mengamankan alat bukti dari dua pelaku. Di antaranya, satu buah katapel dan tujuh biji kelereng, satu unit sepeda motor bernomor polisi W 2593 RM serta sejumlah bukti lain.

Polisi juga menyita sejumlah buku yang beberapa di antaranya terkait dengan radikalisme. Polres Lamongan melimpahkan berkas dua pelaku penyerang polisi ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. Dua pelaku itu adalah Eko Ristanto, 35, warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dan M Syaif Ali Hamdi, 17, warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

"Berkasnya dilimpahkan ke Polda Jatim tadi pukul 11.00 WIB. Berkasnya adalah perkara kasus dugaan tindak pidana terorisme," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, Rabu, 21 November 2018.

Baca: Fakta Seputar Penyerangan Polisi di Lamongan

Penyidik membuat berkas perkara terorisme itu karena pelaku terindikasi kelompok teroris. Ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai buku tentang radikal di kediaman pelaku.

"Cukup banyak barang bukti yang berhasil kami kumpulkan dari peristiwa dugaan terorisme ini," katanya.

Polisi mengamankan alat bukti dari dua pelaku. Di antaranya, satu buah katapel dan tujuh biji kelereng, satu unit sepeda motor bernomor polisi W 2593 RM serta sejumlah bukti lain. Polisi juga menyita sejumlah buku yang beberapa di antaranya terkait dengan radikalisme.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id