RS UMM Kirim Tenaga Medis Ke Donggala
Tenaga medis RS UMM melakukan penanganan krisis kesehatan terhadap korban bencana di Donggala, Sulteng. (Foto: RS UMM)
Malang: Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan tenaga medis ke wilayah terdampak bencana di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).Tenaga medis itu terdiri dari satu dokter dan tiga perawat.

Relawan tersebut antara lain, Ki Ageng Nico Prasetyo Nugroho (dokter IGD), Nur’aini (Perawat Pelaksana), Sandy Dewanto (Perawat Pelaksana) dan Imam Fitrianto (Perawat Pelaksana).

Kepala Bidang Humas dan Kemitraan RS UMM, Viva Maiga Mahliafa Noor mengatakan empat tenaga medis itu telah diterjunkan sejak Selasa, 9 Oktober 2018 lalu. Rencananya mereka bakal berada disana selama dua minggu.


“Akan dikondisikan dengan kebutuhan di sana. Apabila dua minggu dirasa kurang, kita akan menarik relawan di sana dan mengirim relawan yang lain. Karena kita juga perlu menyesuaikan pekerjaan di sini,” katanya, Kamis 11 Oktober 2018.



Viva mengaku RS UMM memang selalu mengirim relawan saat terjadi bencana di Indonesia, sesuai dengan visinya yakni menjunjung kemanusiaan. Saat penanganan bencana, tenaga medis ini tidak mempertimbangkan imbalan sama sekali.

“Asal para korban bisa diobati, mereka lega. Selain mengobati dan merawat korban yang terluka, mereka juga membantu menangani gangguan psikisnya agar para korban gempa bisa tetap semangat dan survive,” terangnya.

Pemberangkatan tenaga medis ini berada di bawah pengawasan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. RS UMM melakukan penanganan krisis kesehatan bersama Dompet Dhuafa serta TNI Angkatan Laut.

Mereka bertugas di pos layanan Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulteng. Hingga hari ini, pelayanan penanganan krisis kesehatan terhadap korban gempa dan tsunami telah dilakukan kepada 273 pasien.

Sementara itu, tenaga medis yang diberangkatkan ini telah dilatih dan dibina oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Sehingga mereka sudah terlatih dalam menangani korban bencana.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id