Diskusi Tangkal Hoax di Era Industri 4.0 yang digelar Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu, 24 April 2019.
Diskusi Tangkal Hoax di Era Industri 4.0 yang digelar Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu, 24 April 2019. (Syaikhul Hadi)

Media Berperan Besar untuk Tangkal Hoaks di Industri 4.0

hoax
Syaikhul Hadi • 24 April 2019 20:18
Sidoarjo: Sebagian besar  masyarakat masih percaya peran media dalam menanggulangi santernya hoaks. Terbukti, berita hoaks bisa menyerang tanpa pandang bulu jika pembacanya tidak melakukan cek dan ricek.
 
"Hoaks itu berita bohong dan motifnya pun beragam. Mulai dari kepentingan politik, kepentingan ekonomi dan sentimen sosial (sara)," ujar General Manager PT. Telkom Sidoarjo Putro Dewanto saat mengisi kegiatan diskusi yang digelar Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu, 24 April 2019.
 
Era Industri 4.0 membuat masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi dunia digital. Hal itu berdampak sangat buruk bagi masyarakat jika kurang teliti dalam menerima dan mengelola informasi yang beredar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aplikasi kian mudah dan cerdas dan bahan pun juga mudah didapat. Seperti cloud, big data, medsos dan autentik. Orang cari fotonya Kapolres gampang di internet banyak. Apalagi, jika tahu ilmu komunikasi dan ilmu propaganda. Share-nya pun dipermudah dengan akses internet," terangnya.
 
Penyebar hoaks biasanya memiliki karakter khusus. Mereka suka berbagi tapi malas membaca. Sedangkan pembaca cenderung percaya karena informasi tersebut mudah dicerna dan mendukung keyakinannya.
 
"Dan yang terjadi, informasi yang belum tentu benar langsung di share tanpa dicari tahu sumber dan kebenaran berita tersebut," tambahnya.
 
Peran media arus utama sangat penting dalam menangkal informasi hoaks. Pencari berita tersebut masih mengedepankan kode etik jurnalistik dalam mengelola informasi.
 
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho menyebut sebagian besar penyebar hoaks punya kepuasan tersendiri saat pertama kali menyebarkan informasi. Padahal penyebar pertama berita sangat rentan jadi tersangka jika informasi yang diberikan tidak sesuai dengan fakta.
 
"Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial maupun elektronik. Harus cek dan ricek. Jangan sampai ditelan mentah-mentah," terang Zain.
 
Kepolisian jadi bumper terakhir dalam penegakan informasi hoaks. Sidoarjo sudah memiliki tim Delta untuk merespons setiap laporan selama 24 jam. Terutama untuk memberantas informasi hoaks tersebut.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif