Pemkot Malang Optimistis Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif

Daviq Umar Al Faruq 29 November 2018 19:26 WIB
ekonomi kreatif
Pemkot Malang Optimistis Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Medcom.id - Daviq Umar
Malang: Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko optimistis mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif pada masa mendatang. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Refleksi Akhir Tahun Ekonomi Indonesia dan Rapat Akbar Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) di Universitas Widyagama, Malang, Kamis 29 November 2018.

Sofyan menjelaskan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Yakni dengan memberikan kepercayaan kepada Malang sebagai kota industri kreatif pada subsektor game, aplikasi, kuliner dan film.

“Kota Malang saat ini menitikberatkan pada pengembangan ekonomi kreatif di mana terdapat 623 perusahaan startup yang bergerak pada subsektor game, aplikasi, kuliner dan film,” katanya.


Sofyan menambahkan upaya menumbuhkan sektor ekonomi kreatif harus mendapat dukungan dari semua elemen termasuk dorongan dan stimulus dari pemerintah. Pasalnya, sektor ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Kota Malang di era informasi dan teknologi.

“Peningkatan ekonomi kreatif perlu didorong bersama dengan sektor pariwisata yang didukung dengan penyediaan infrastruktur, pengembangan ekosistem dan pemasaran yang baik,” bebernya.

Sementara itu, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kota Malang cukup tinggi yakni berada pada angka 5,61 persen. Pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi daripada angka di Jawa Timur yakni 5,55 persen. 

Bahkan, perkembangan perekonomian di Kota Malang berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran. Angkanya mencapai 29,55 persen.

Disusul sektor konstruksi dengan komposisi 12,92 persen, jasa pendidikan sebesar 8,13 persen, penyediaan akomodasi dan makanan 4,90 persen dan sisanya sektor informasi komunikasi dan sektor lain-lain masing-masing 3,99 persen dan 11,95 persen.

“Tahun ini kita memiliki peluang yang baik dalam pertumbuhan ekonomi. Melimpahnya tenaga kerja dan infrastruktur disamping investasi yang masuk diharapkan mampu memperkuat daya saing,” pungkasnya.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id