Tiga Penghargaan Internasional untuk Surabaya bakal Diarak

Amaluddin 09 Juli 2018 18:23 WIB
pemerintah daerah
Tiga Penghargaan Internasional untuk Surabaya bakal Diarak
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Ant/Rosa Panggabean)
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan mengarak keliling Kota Surabaya tiga penghargaan internasional pada Selasa, besok, 10 Juli 2018. Tiga penghargaan itu yakni Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention diproleh di acara World Cities Summit (WCS) 2018 di Singapura pada 7-9 Juli 2018.

Kemudian Risma juga akan mengarak penghargaan ASEAN Tourism Forum (ATF) yang diterima di Thailand beberapa waktu lalu, dan OpenGov Asia Recognition of Excellence yang diterima di Jakarta.

"Arak-arakan ini akan dilaksanakan besok pagi dimulai dari Balai Kota sekitar pukul 06.30 WIB," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, kepada Medcom.id, Senin, 9 Juli 2018.


Dalam arak-arakan itu, lanjut Fikser, Risma akan didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Danrem Bhaskara Jaya/084 Kolonel (inf) Kav M Zulkifli, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri Sukomanunggal dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

"Nanti Wali Kota Risma akan naik mobil jeep tahun 60/70-an dan selama perjalanan wali kota akan menyapa warga sekaligus berinteraksi untuk berterima kasih kepada warga agar menjaga sekaligus menambah rasa cintanya terhadap kota ini," kata Fikser.

Adapun rute arak-arakan itu akan dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya berkeliling melalui Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab, hingga finis di Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan).

"Saat finis di Balai Kota akan ada semacam hiburan dan doa syukuran sekaligus ucapan terima kasih dari wali Kota Risma kepada warga kota atas keberhasilan mendapat penghargaan ini," ujarnya.

Menurut Fikser, arak-arakan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot kepada warga Kota Surabaya. Keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini, menurut dia, hasil dukungan peran serta warga dalam pembangunan kota, terutama di perkampungan.

Pemkot Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung, serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi.

"Perkampungan yang ada di Surabaya dinilai unik dan memiliki struktur tematik yang beragam. Ditambah adanya pembenahan seperti saluran, paving, akses pelayananan Taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center dan pelayanan kesehatan puskesmas yang tersedia di dalam kampung," katanya.

Penghargaan dua tahun sekali ini, kata Fikser, adalah sesuatu yang membanggakan bagi Surabaya. Pada 2014 silam, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew, namun kalah. "Tahun ini, Kota Pahlawan akhirnya mampu memperoleh penghargaan ini berkat sinergitas seluruh stakeholder baik di lingkungan Pemkot maupun warga Surabaya," ujarnya.




(ALB)