Khofifah dianggap mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia hingga di bawah 10 persen melalui sejumlah programnya saat menjabat Menteri Sosial periode 2014-2018.
"Saya juga surprise karena catatan-catatan itu menurut saya cukup lengkap," kata Khofifah di Gedung Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 6 Maret 2019.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Khofifah mengaku kedepannya bakal mengimplementasikan penghargaan tersebut saat memimpin Jawa Timur. Sebab, diakuinya, sampai saat ini kemiskinan di Jawa Timur khusus pedesaan masih menjadi nomor 1 di Indonesia.
"Itu tantangan saya sebagai gubernur untuk mencari solusi yang efektif dan kongkrit. Jadi bagaimana penurunan kemiskinan di Jawa Timur itu bisa dipercepat," jelas Khofifah.
Selain itu Khofifah juga menegaskan pihaknya bakal berupaya untuk mengurangi disparitas gini ratio antara kota dan desa di Jawa Timur. Terutama gini ratio antara Jawa Timur bagian utara dan Jawa Timur bagian selatan
"Saya bagi tugas dengan Pak Wakil Gubernur untuk tim koordinasi percepatan penurunan kemiskinan daerah. Mudah-mudahan penghargaan ini jadi inspirasi dan memacu lebih cepat program untuk menurunkan kemiskinan pedesaan di Jawa Timur," ungkap Khofifah.
Sementara itu, Ketua Umum Bamag LKKI, Agus Susanto mengatakan, dari sejumlah kementerian yang berperan dalam menuntaskan kemiskinan di Indonesia, Kementerian Sosial adalah yang paling berperan penting.
"PKH (program keluarga harapan) sudah ada sejak tahun 2007. Tapi program itu saat di tangan Ibu Khofifah dengan di tangan menteri sosial lainnya itu beda," ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
