Kasi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi (Wasdalin) BKIPM Surabaya I, Wiwit Supriyono mengungkapkan ikan predator sengaja dimusnahkan agar tidak membahayakan ekosistem yang ada di Indonesia.
"Ada beberapa ikan predator yang dimusnahkan. Beberapa di antaranya arapaima gigas 9 ekor, ikan aligator 28 ekor, red tail cat fish 3 ekor, silver dollar 5 ekor, dan ikan tomang satu ekor," kata Wiwit, Jumat, 31 Agustus 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ikan-ikan itu ditemukan di beberapa sungai di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Gresik, dan Probolinggo. Ada juga ikan yang diserahkan oleh warga secara sukarela lantaran berbahaya. Sebelum dimusnahkan, Ikan-ikan tersebut lebih dulu dilakukan anestei (pemingsanan).
"Anestei itu dilakukan agar perlahan ikan mati. Nah, setelah itu barulah dimasukkan ke dalam lubang yang sudah disiapkan dan diuruk dengan tanah, layaknya proses penguburan pada umumnya," jelasnya.
Proses pemusnahan dengan cara seperti ini sengaja dilakukan karena dianggap lebih praktis dan aman, dan tidak menyebabkan polusi. Dalam proses pemusnahan itu, turut hadir Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHL) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Satker PSDKP Surabaya, Wilker BPSPL Surabaya dan para pemilik ikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
