"Sekarang kami mulai mendalami kasus kepada hal yang berkaitan dengan hubungan asmara," kata Barung, dikonfirmasi, Jumat, 5 April 2019.
Menurut Barungm penyidik menduga kuat guru yang menjadi korban mutilasi punya kelainan orientasi seks yang berbeda. Salah satu indikasinya, ada salah satu saksi mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kemudian mereka intens berkomunikasi, baik melalui ponsel maupun bertemu langsung. Oleh karena itu, penyidik saat ini masih mendalami berkaitan dengan orientasi seks korban. "Kita sudah mengantongi beberapa hal yang belum kita publikasikan, demi kepentingan penyelidikan," kata Barung.
Baca: Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Mutilasi Guru Honorer
Barung mengatakan, penyidik sebelumnya menduga ada tiga motif kasus mutilasi seorang guru tersebut, yaitu hubungan asmara, perampokan, dan ekonomi. Namun, penyidik mengerucutkan kasus itu ke motif hubungan asmara, setelah memeriksa sekitar 17 saksi.
"Kami berkeyakinan bahwa kami menghilangkan motif perampokan atau curasnya, dan kami menghilangkan motif ekonomi dari kasus ini setelah memeriksa saksi-saksi," kata Barung.
Apakah korban memiliki hubungan seks sesama jenis?. Barung enggan berkomentar perihal tersebut, karena saat ini penyidik masih terus mendalami motif hubungan asmara korban. "Tapi ada kecendrungan ke arah situ (hubungan sesama jenis, red)," kata Barung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
