Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny.
Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny. (Daviq Umar Al Faruq)

Warga Kota Malang Bisa Rekam KTP-el saat Pelaksanaan Pemilu

pileg e-ktp pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Daviq Umar Al Faruq • 16 April 2019 12:58
Malang: Warga Kota Malang bisa melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) saat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 besok Rabu 17 April. Meski hari libur nasional, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang tetap membuka pelayanan.
 
Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny mengatakan layanan perekaman saat pelaksanaan Pemilu dibuka sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Rencananya layanan perekaman ini digelar di Kantor Dispendukcapil Kota Malang.
 
"Layanan ini khusus untuk mendukung Pemilu yaitu perekaman dan cetak KTP. Cetak KTP langsung disitu, blangko aman," katanya, Selasa 16 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eny mengaku persiapan layanan khusus ini pun telah rampung dan siap dijalankan. Disisi lain, meski membuka layanan perekaman, wanita berkerudung ini menjamin pegawai di Dispendukcapil Kota Malang bakal tetap menggunakan hak pilihnya.
 
"Nanti, teman-teman Dispendukcapil biar nyoblos dulu ke TPS kemudian jam 09.00 ngantor," imbuhnya.
 
Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi sebelumnya mengeluarkan kebijakan yang menyebutkan bahwa pemilih tanpa KTP-el bisa memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Asalkan, pemilih tersebut menunjukkan surat keterangan (suket) perekaman KTP-el.
 
Eny mengaku telah memberikan sosialisasi terkait kebijakan tersebut kepada masyarakat. Namun, bila nantinya suket diragukan oleh petugas TPS, pemilih bisa langsung mengurus di layanan perekaman khusus tersebut.
 
"Jadi pelayanan perekaman dan cetak suket, serta klarifikasi KTP-el dan suket bila KTP-el atau suket diragukan oleh petugas TPS," tegasnya.
 
Berbagai upaya telah dilakukan Dispendukcapil Kota Malang agar seluruh masyarakat dapat segera melakukan perekaman KTP-el. Salah satunya dengan menggelar metode perekaman jemput bola.
 
"Kami selalu mengadakan perekaman itu sama cetak. Kami ke lapas-lapas, jemput bola kesana. Terus ke orang-orang sakit, difabel dan berkebutuhan khusus itu kami jemput. Jadi kalau ada masyarakat menyampaikan keluarganya minta perekaman kita langsung ke sana," pungkasnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif