Rugikan Negara Rp14 Miliar

Kadis PU Kota Kediri Divonis 5 Tahun Penjara

Syaikhul Hadi 08 Mei 2018 08:02 WIB
kasus korupsi
Kadis PU Kota Kediri Divonis 5 Tahun Penjara
Tiga terdakwa kasus korupsi jembatan Brawijaya Kota Kediri divonis beragam. (Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Sidoarjo: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis tiga terdakwa kasus korupsi proyek Jembatan Brawijaya Kota Kediri, Jawa Timur. Ketiganya terbukti melakukan tindak pidana korupsi hingga merugikan negara Rp14,4 miliar.

Ketiganya adalah Kepala Dinas PU Kota Kediri I Kasenan, Kabid Permukiman Dinas PU PR Kota Kediri Wijanto, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nuriman Satryo Widodo. Dalam pembacaan putusan, Majelis Hakim yang diketuai oleh I Wayan Soesiawan, ketiganya diputus dengan hukuman berbeda.

Untuk terdakwa Kasenan, dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan dengan denda Rp100 juta, subsider tiga bulan kurungan. Kasenan terbukti melanggar Pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dan pasal 12 huruf b juncto pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang No.31 tahun 1999.


"Terdakwa, juga diharap mengembalikan uang pengganti Rp396.500.000 Subsidair 1 tahun 6 bulan," tambah Majelis Hakim, Senin, 7 Mei 2018.

Sementara, terdakwa Wijanto terbukti melanggar Pasal 3 undang-undang no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Wijanto divonis 3 tahun penjara dengan uang denda Rp5 juta, subsider kurungan 2 bulan dan membayar biaya perkara sebesar Rp5.000.

Sedangkan terdakwa Nuriman Satrio Wido secara sah terbukti menerima suap. Dia terbukti bersalah melanggar pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dan Pasal 12 huruf b juncto pasal 18 undang-undang tindak pudana korupsi.

"Terdakwa di vonis 2 tahun 8 bulan penjara dengan denda uang Rp50 juta, subsider kurungan 2 bulan, dan diharap mengembalikan uang pengganti Rp25 juta," tegasnya.

Menanggapi putusan Majelis Hakim, ketiga terdakwa memilih  pikir-pikir. "Pikir-pikir pak," ucap ketiga terdakwa. Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari ke depan kepada mereka terkait putusan tersebut.

Kasus diungkap oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Kasenan selaku pengguna anggaran memberi perintah secara lisan kepada Wijayanto agar segera mengumumkan pelaksanaan lelang menggunakan Engineering Estimate (EE). Kasenan dianggap tidak melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan anggaran. Sehingga berakibat nilai pembayaran lebih besar dibandingkan fisik jembatan.

Dalam kasus ini, Kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp14,4 miliar dari total proyek senilai Rp66 miliar periode anggaran 2010-2013.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id