Ada Narkoba di Lapas Malang
Kalapas Klas I Malang Farid Junaedi. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Malang: Penyelidikan terhadap dua warga binaan (WB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Malang yang diamankan, AS dan MA, setelah kedapatan memiliki narkoba berlanjut.

AS diamankan setelah kedapatan memiliki 33 butir pil koplo, sabu-sabu seberat tiga gram, satu bungkus ganja, alat penghisap dan ponsel. Sedangkan, MA diketahui sebagai pemesan narkoba dari AS.

Kalapas Klas I Malang, Farid Junaedi mengatakan fakta tersebut diketahui dari selembar surat yang ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan lanjutan terhadap kamar AS di Blok 10 Kamar 11.


"Surat itu berisi tentang permintaan untuk mengirimkan barang atau memesan barang. Untuk detailnya masih kami selidiki lagi," katanya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Blok yang dihuni MA dan Blok yang dihuni AS berjarak cukup jauh sekitar 500 meter. Pihaknya pun masih menyelidiki bagaimana surat tersebut bisa sampai ke kamar MA dari kamar AS.

"Bagaimana dan kapan ngasih suratnya masih belum diketahui pastinya Bisa saja diberikan saat ada acara lapas di lapangan, atau saat sholat Jumat pas semua warga binaan berkumpul," bebernya.

Selanjutnya, AS dan MA dibawa pihak Polres Malang Kota untuk dilakukan penyelidikan. Namun saat ini keduanya telah dikembalikan ke lapas. Pihak lapas pun mengaku bakal menggelar razia lebih rutin lagi.

"Semuanya kami serahkan ke polisi dan saya minta diusut sampai tuntas," pungkasnya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan kedua WB tersebut telah dikembalikan ke lapas setelah dimintai keterangan.

"Setelah mereka menjalani masa hukuman yang sekarang, keduanya juga akan diusut lagi dengan kasus yang baru ini," ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Samsul Hidayat, mengatakan setelah kasus ini dilimpahkan ke polisi, pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap kasus temuan narkoba di lapas ini.

"Dari pengakuan AS, barang itu semua bekas napi lama yang sudah dilayar ke Porong. Jadi tidak dari luar. Oleh karena itu masih kami dalami lagi. Selama ini sudah empat kasus kami tangani dari dalam lapas," bebernya.

Tiga sipir positif narkoba

Farid Junaedi mengatakan sipirnya ditemukan positif narkoba saat pihaknya menggelar operasi bersih-bersih petugas lapas. Dari situ, tiga sipir terbukti mengunakan narkoba setelah dilakukan tes urine.

"Setelah diketahui positif narkoba, tiga sipir itu kami berikan pilihan, ingin diberhentikan atau direhabilitasi," kata Farid.

Usai diberikan dua opsi tersebut, ketiga sipir lapas itu memutuskan untuk direhabilitasi. Selanjutnya, oleh pihak lapas, ketiganya kemudian direhabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang.

"Ketiganya akan menjalani rehabilitasi selama kurang lebih tiga bulan," ungkapnya.

Farid mengaku ketiga sipir tersebut sebenarnya telah dicurigai sejak beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu ketiganya kemudian di tes urine saat di lahan kebun milik lapas yang berada di Ngajum, Kabupaten Malang.

"Kami akan terus pantau para petugas lapas yang gerak geriknya mencurigakan. Akan kami lebih perhatikan lagi," tegasnya.

Selain merehabilitasi ketiga sipirnya, pihak lapas juga memberikan sanksi tersendiri kepada seorang sipir terbukti meminum-minuman beralkohol. Namun, Farid tidak ingin membeberkan nama-nama para sipir tersebut.




 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id