Diperkirakan, Kekeringan di Jatim hingga September 2018
Ilustrasi kekeringan, Medcom.id - M Rizal
Surabaya: Musim kemarau diprediksi melanda sebagian wilayah Jawa Timur hingga September 2018. Itu berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim dari Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Berdasarkan laporan dari BMKG, kekeringan di Jatim diprediksi terjadi di Jatim hingga bulan depan (September)," kata Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, di Surabaya, Rabu, 15 Agustus 2018.

Suban menjelaskan, dalam informasi yang disampaikan BMKG Juanda, musim kemarau di Jatim terjadi sejak Juli hingga September. Akibatnya, ada beberapa bencana terjadi sepanjang musim kemarau tersebut.


Di antaranya 40 kebakaran hutan. Dari jumlah itu, 22 kali kebakaran terjadi di Kabupaten Ponorogo. Itu lantaran banyak hutan gundul dan daun jati kering berguguran. Angin kencang yang berembus membuat kobaran api kian besar.

"Musim kemarau ini juga terjadi bencana kekeringan di sebagian wilayah Jatim," ujarnya.

Dari rapat koordinasi yang digelar, daerah terdampak kekeringan sebanyak 23 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Kekeringan ini terjadi di 171 Kecamatan dan 422 Desa. Dari jumlah desa itu, sebanyak 199 desa tak ada air dan 223 desa potensi air ada. 

"Sementara 126 desa di antaranya sudah dibantu Dinas PU Cipta Karya mengerjakan pipa air, sementara sisanya kita bantu drop air sebanyak 1 tangki berukuran 6.000 liter per desa per hari," katanya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id