Keluarga Korban Dugaan Malapraktik dan RS Siti Khodijah Berdamai

Syaikhul Hadi 15 Februari 2018 14:23 WIB
malapraktik
Keluarga Korban Dugaan Malapraktik dan RS Siti Khodijah Berdamai
Pihak keluarga korban 'suntik mayat' bersama pihak RS Siti Khodijah Sepanjang, Taman, Sidoarjo, menandatangani surat kesepakatan damai. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi
Sidoarjo: Pihak keluarga korban 'suntik mayat' bersama pihak RS Siti Khodijah Sepanjang, Taman, Sidoarjo resmi berdamai. Keduanya bersepakat tidak melanjutkan kasus hukumnya kepada pihak berwajib.

Hal itu disampaikan Kuasa hukum Pihak RS. Siti Khodijah Sidoarjo, Masbukhin saat menggelar konferensi pers di gedung rumah sakit. Menurut Masbukhin, kesepakatan antara pihak pertama Yakni dr Muhammad Hamdan (spesialis syaraf) dan Abu Daud Hamzah (keluarga korban) dilakukan setelah melalui beberapa proses mediasi.

"Mediasi sifatnya imperatif dan wajib untuk dilaksanakan. Keduanya sepakat menempatkan mediasi sebagai kewajiban untuk menyelesaikan suatu perkara," ujar Masbukhin, Kamis, 15 Februari 2018.


(Baca: RS Siti Khodijah Sembrono Diduga Menyuntik Mayat)

Lebih lanjut, dia menjelaskan, perkara tentang kesehatan sebagaimana diatur dalam UU kesehatan, maka harus mengedepankan lex spesialis dibandingkan lex generalis. Dalam hal ini, sebuah peraturan yang khusus mengesampingkan yang umum.

Diakui, masing-masing pihak pertama dan kedua mengakui ada miskomunikasi dan informasi. Atas dasar itu, keduanya sepakat untuk mengambil langkah mediasi.

"Pada 6 Februari lalu, keluarga pasien sudah mengirimkan surat permohonan mediasi kepada kami, dan kami (pihak RS) merespon atas surat tersebut. Dan setelah dilakukan beberapa kali pertemuan, maka diputuskan hari ini sepakat berdamai," katanya.

(Baca: Keluarga Konsultasi ke Polisi soal RS Siti Khodijah Sidoarjo)

Kedua pihak sepakat tidak akan melakukan tuntutan apa pun kepada pihak berwajib. Suatu perkara yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, sudah dianggap selesai.

"Hari ini, kami buat kesepakatan bersama dengan ditandatangani kedua belah pihak yakni korban dan rumah sakit. Intinya, persoalan ini sudah terjadi kesalahpahaman yaitu miskomunikasi. Dan setelah kesepakatan ini, kedua belah pihak berjanji tidak akan melanjutkan perkara hukum atau tuntutan terkait persoalan kemarin," tandasnya.

Tidak ada kompensasi

Sementara, Abu Daud Hamzah menyadari bahwa pihaknya tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mengunggah video yang berdurasi sembilan menit tersebut. Namun, setelah adanya mediasi dan keterangan dari pihak RS terkait kematian almarhum Supariyah (Ibu korban), pihaknya bersepakat untuk damai.

"Alhamdulilah setelah mendengar keterangan dari rumah sakit, persoalan ini bisa selesai," katanya Abu Daud.

(Baca: Keluarga tak Terima Berkas Rekam Medis dari RS Siti Khodijah)

Menurut pengakuannya, perdamaian ini dilandasi atas kesalahan masing-masing pihak. Sehingga tidak ada kompensasi apapun dari pihak rumah sakit atas kematian Supariyah. "Tidak, tidak ada kompensasi. Ini murni adanya miskomunikasi," singkatnya.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id