"Salah satunya dengan menjemput pembaca disabilitas netra dengan menggunakan bus yang dimiliki Dinas Pusda Jember secara berkala," kata Kasi Pembinaan dan Pengembangan Dinas Pusda Jember Feby Ginting.
Dia mengakui koleksi buku yang dimiliki Braille Corner masih sangat minim, sebanyak 60 eksemplar buku khusus. Walau demikian pemerintah daerah tetap terus berusaha memberi fasilitas terbaik.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pusda Jember tengah mengupayakan peningkatan kualitas layanan dari berbagai cara. Misalnya dengan melatih sukarelawan untuk membantu kelompok disabilitas.
"Sehingga dapat maksimal dalam penyediaan layanan, seperti bagaimana cara membaca huruf braille yang benar bagi relawan dengan melibatkan disabilitas netra.” kata dia.
Pustakawan Pusda Jember Susi Arnani menyebut disabilitas netra memiliki hak mendapat wawasan dan khasanah ilmu pengetahuan yang lebih luas. Motivasi ini juga meningkatkan miinat baca disabilitas netra.
"Cukup bagus karena masih seimbang dengan minat baca para disabilitas yang masih minim juga.” Kata Rahman Had, salah seorang disabilitas netra sekaligus guru SLB-A di TPA Bintoro Jember.
Lebih lanjut, dia mengatakan Braille Corner memiliki kualitas yang cukup baik walau belum genap setahun berdiri. Niat dan motivasi relawan juga diimbangi pengetahuan soal pelayanan bagi disabilitas.
Dia sangat gembira Pusda Jember menjemput bola niat baca tuna netra. "Beberapa kali jemput anak-anak SLB-A untuk baca-baca di sana."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SUR)
