Penerimaan Pajak di DJP Kanwil Jatim II Capai 91,76%
Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara online (MI/ARYA MANGGALA)
Sidoarjo: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II mengklaim realisasi penerimaan sektor pajak hingga 30 Desember 2017 mencapai 91,76 persen atau setara Rp17,2 trilliun. 

Kepala Kantor DJP Kanwil Jatim II Neilmaldrin Noor akan terus memantau penerimaan pajak di akhir tahun ini. Jumlah di atas menurutnya belum final. 

"Jumlah penerimaan sampai siang ini (30 Desember) Rp17,2 triliun atau sekitar 91,76 persen dari target penerimaan sebesar Rp18,75 triliun," ungkap Neilmaldrin Noor saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Raya Juanda, Sabtu, 30 Desember 2017. 


Hasil capaian tersebut bisa saja bertambah hingga batas waktu yang ditentukan nanti. Sebab wajib pajak masih punya waktu untuk membayar pajaknya dan biasanya bank tutup hingga sore nanti.


Kiri ke kanan, Kepala KPP Madya Sidoarjo, Teguh Iman Wirotomo; Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor (tengah); Kepala Bidang Data dan Pengalian Potensi Perpajakan Kanwil DJP Jatim II (Kabid DP3 Kanwil DJP Jatim II), Priyo Hernowo

Neilmaldrin juga menyebut jumlah penerimaan pajak saat ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu berbarengan dengan tax amnesty, maka pertumbuhannya mencapai 12 persen dari total penerimaan pajak.

"Jumlah penerimaan tumbuh sebanyak 3,5 persen. Jika dikalkulasi pertumbuhan akhir tahun bisa mencapai 30 persen. Dan jumlah ini masih belum fix. Dan mereka masih punya waktu untuk membayarnya," jelasnya. 

Selain itu pihaknya masih akan menghitung jumlah penerimaan, terutang, dan lain sebagainya hingga 10 Januari 2018. Dirinya pun mengapresiasi kinerja petugas pajak yang terus menyosialisasikan kesadaran wajib pajak.

"Salah satunya KPP Madya Sidoarjo yang penerimaan pajaknya mencapai 100,07 persen. Ini kita patut apresiasi," katanya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mempersiapkan pertumbuhan penerimaan pajak, sejak beberapa pekan yang lalu pihaknya turut serta terjun ke lapangan untuk memantau sekaligus mendampingi WP yang mengalami kesulitan dalam proses pembayaran.

"Supaya para wajib pajak bisa membayar pajaknya sesuai ketentuan yang sudah terapkan dan enggak merasa kebingungan," paparnya. 

Lelang Barang Sitaan

Selain menggenjot penerimaan pajak, DJP Kanwil Jatim II juga melakukan pelelangan barang sitaaan milik penunggak wajib pajak baik milik perorangan maupun perusahaan yang enggan melunasi utang-utangnya. Hal itu sebagai konsekuensi kepatuhan wajib pajak atas tunggakan pajak. 

"Total ada 16 barang sitaan. Di antaranya, KPP Madya sidoarjo tiga, Sidorajo barat dua, gresik utara dua (motor), Mojokerto tiga (motor, mobil, tanah), sidoarjo selatan satu (truk), sidoarjo utara empat, dan Lamongan satu," ungkapnya.

Pihaknya baru membuat jadwal pelelangan dan diumumkan. Kemudian baru dilaksanakan lelang. Pengumuman itu untuk mencari pemenang lelang. Setelah itu baru akan dilakukan pelunasan terhadap tunggakan wajib pajak. 




(ALB)