"Pendaki menemukan frost (embun beku) di blok-blok tertentu, tidak keseluruhan di batu-batu itu bersalju," kata Petugas Polisi Hutan (Polhut) TNBTS Susion, saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 12 April 2018.
Susion bilang, frost ditemukan di sejumlah jalur pasir tepatnya berada di puncak bayangan. "Ada beberapa. Warnanya putih. Tapi kalau dibiarkan lama-lama es itu juga cair. Fenomena itu ditemukan sekitar pukul 06.30 pagi," lanjutnya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Fenomena salju tersebut diakui Susion muncul karena suhu yang sangat dingin di kawasan dengan ketinggian 3.676 mdpl. Terutama saat musim kering dan kemarau.
"Pengalaman tahun kemarin itu salju muncul saat suhu nol derajat. Bahkan bisa di bawah itu (minus). Tergantung musim juga," jelasnya.
Untuk itu, TNBTS mengimbau kepada para pendaki yang hendak menuju ke Gunung Semeru untuk lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan. Sebab, cuaca di gunung sangat dingin.
"Bila fisik atau kesehatan tidak memungkinkan, tidak boleh dipaksakan melakukan pendakian," kata Kepala Balai Besar TNBTS, John Kennedie.

Apalagi sambung John, pihaknya menemukan sejumlah titik bongkahan es yang menyerupai salju di puncak Gunung Semeru. "Info dari rekan-rekan di lapangan, kemarin (Rabu) kondisi cuaca sangat dingin, dan dari pendaki yang turun juga menyampaikan ada frozen (salju) di jalur pendakian," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
