Lion Air Jatuh

Pesan Korban Lion Air ke Adiknya: Terus Berdoa

Syaikhul Hadi 02 November 2018 12:39 WIB
Lion Air Jatuh
Pesan Korban Lion Air ke Adiknya: Terus Berdoa
Nadzir depan dan keluarga bersiap-siap mengantar Jannatun, korban pesawat Lion Air jatuh, ke pemakaman di Sidoarjo, Kamis, 1 November 2018, Medcom.id - Hadi
Sidoarjo: Adik, jangan lupa belajar dan terus berdoa untuk ayah dan ibu. Demikian pesan singkat yang dikirim Jannatun Cintya Dewi sebelum ia meninggal dalam kecelakaan pesawat pada Senin, 29 Oktober 2018. Jannatun merupakan satu dari 189 korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat.

Yayas, demikian Jannatun biasa disapa, termasuk sosok kakak yang dekat dengan adiknya. Beberapa jam sebelum kecelakaan, Yayas mengirimkan pesan singkat kepada adiknya. Ia menanyakan kabar adik dan kedua orang tuanya.

"Malam itu dia menasihati saya agar ulet belajar, tak patah semangat. Ia minta didoakan, dan minta saya doakan kesehatan untuk ayah dan ibu," ungkap Nadzir Achmad Firdaus, adik almarhumah, usai pemakaman Yayas, Kamis, 1 November 2018.


Baca: Kesedihan Nadzir Ditinggal Sang Kakak

Yayas kerap menasihati adiknya untuk rajin belajar. Sehingga, Nadzir tak merasakan keanehan pada pesan itu.

Yayas bekerja sebagai staf Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta. Terakhir kali, Yayas pulang ke Sidoarjo pada September lalu. Lantaran jarang pulang, Yayas kerap menghabiskan masa liburnya kumpul bersama keluarga.

Menurut Nadzir, keluarga sudah ikhlas atas kejadian tersebut. Setidaknya, lanjut Nadzir, cita-cita sang kakak tercapai.

Baca: Keluarga Korban Siapkan Makam

"Ia sudah berhasil membuat orang tua bangga. Bekerja di sebuah lembaga kementerian, sedikit banyak mengangkat martabat keluarga," kata pria yang kini duduk di bangku SMA di Sidoarjo itu.

Jenazah Yayas diidentifikasi melalui kecocokan sidik jari. Setelah identifikasi, petugas menerbangkan almarhumah ke rumah duka. Perwakilan dari Kementerian ESDM turut mendampingi pemulangan almarhumah. Korban dikebumikan di tempat pemakaman umum tak jauh dari rumah duka.

Korban, merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bambang Supriadi dan Surtiyem. Sarjana lulusan Teknik Kimia Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut diketahui merupakan salah satu staff analis Kegiatan Usaha Hilir Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id