Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Foto: Antara/Rosa Panggabean.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Foto: Antara/Rosa Panggabean. (Amaluddin)

Wabup Trenggalek Diduga Bolos Kerja 10 Hari

pemerintah daerah
Amaluddin • 22 Januari 2019 15:44
Surabaya: Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin diduga bolos kerja selama 10 hari sejak 9 Januari hingga 19 Januari 2019. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku sudah mendapat laporan hal tersebut dari Bupati Trenggalek Emil Dardak.
 
"Kami mendapat informasi itu dari Bupati Trenggalek, yang suratnya nomor 94 tahun 2019 tertanggal Sabtu, 19 Januari 2019. Isinya bahwa Wakil Bupati Trenggalek tidak ada di tempat dan tidak melaksanakan tugas sebagai pejabat negara sejak tanggal 9 Januari sampai 19 Januari 2019," kata Soekarwo di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 21 Januari 2019.
 
Soekarwo menjelaskan, pihaknya akan segera membalas surat laporan dari Bupati Trenggalek tersebut, untuk merinci secara detail mengenai bolosnya Wabup Trenggalek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bupati sendiri tidak tahu kemana Wabupnya, kegiatannya apa. Kami juga akan laporkan ke Pak Menteri Dalam Negeri tentang kasus itu. Dan nanti Pak Menteri Dalam Negeri akan memerintahkan kami (memberi teguran)," jelas Soekarwo.
 
Soekarwo menegaskan, sesuai aturan dalam pasal 76 ayat 1 huruf c UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, kalau meninggalkan tugas atau tidak izin lebih dari 7 hari untuk bupati, wali kota, wakil bupati dan wakil wali kota, maka dikenakan teguran atau peringatan pertama oleh gubernur. Jika tidak ada perubahan, maka diberikan surat peringatan kedua dan harus disekolahkan selama tiga bulan di Kemendagri.
 
"Kalau juga tidak ada perubahan saat disekolahkan tiga bulan, maka akan kebijakan pemberhentian sementara atas keputusan Mahkamah Agung," tegas Soekarwo.
 
Laporan yang diterima oleh Gubernur, Wabup Trenggalek dipastikan melakukan kunjungan ke luar negeri. Namun, kata Soekarwo, Wabup harus izin terlebih daulu ke Bupati.
 
"Saya harap ini menjadi peringatan bagi kepala daerah lainnya. Kami segera koordinasi dengan pihak Imigrasi melalui Biro Pemerintahan. Saya pernah akan kunjungan ke Eropa dan ada kunjungan Presiden, akhirnya saya batalkan dan kembali pulang. Lebih penting kunjungan Presiden," pungkas Soekarwo.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif