Kantor KPU Kota Malang.
Kantor KPU Kota Malang. (Daviq Umar Al Faruq)

Caleg Koruptor Masih Peroleh Suara di Malang

OTT KPK pemilu serentak 2019 Korupsi APBD-P Malang
Daviq Umar Al Faruq • 08 Mei 2019 17:08
Malang: Sebanyak enam calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Malang pada Pemilu 2019 lalu merupakan tersangka korupsi. Meski dicap koruptor, keenam caleg tersebut ternyata masih memperoleh suara saat pencoblosan.
 
Keenam caleg itu adalah calon petahana. Mereka ialah, Een Ambarsari (Partai Gerindra), Hadi Susanto (PDI-P), Asia Iriani (PPP), Afdhal Fauza (PPP), Imam Ghozali (Partai Hanura) dan Indra Tjahjono (Partai Demokrat).
 
Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota, keenam caleg ini masih menjadi pilihan masyarakat. Terbukti, Een mendapat perolehan 727 suara, Hadi 709 suara, Asia 109 suara, Afhdal 28 suara, Imam 64 suara dan Indra 297 suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Zainuddin mengatakan sebelumnya terdapat 12 caleg berstatus tersangka KPK yang tercatat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPRD Kota Malang pada Pemilu 2019.
 
Namun, enam nama caleg koruptor kemudian dicoret dari DCT karena telah dinyatakan bersalah (incraht) dalam kasus korupsi. Mereka divonis dengan hukuman penjara empat tahun oleh Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.
 
"Caleg (koruptor) yang status hukumnya sudah incraht, dalam rekap kita masukan sebagai suara Parpol. Bagi caleg yang belum incraht ya tetap ada suaranya," katanya, Senin 6 Mei 2019 lalu.
 
Seperti diketahui, enam caleg tersebut merupakan bagian dari 41 anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. 
 
Kasus yang sama juga menjerat Wali Kota Malang Moch Anton, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyoni, dan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono.
 
Disisi lain, dari jumlah anggota DPRD yang ditetapkan tersangka oleh KPK, sembilan orang di antaranya merupakan anggota dewan dari fraksi PDIP. Legislator dari partai banteng moncong putih ini pun mendominasi tersangka KPK.
 
Meski begitu, perkara tersebut juga tak berpengaruh pada perolehan suara PDIP pada Pemilu 2019. Sebab, partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu justru tetap menjadi partai jawara di Kota Malang.
 
Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota, suara PDIP pada Pemilu tahun ini meningkat dibanding Pemilu 2014 lalu. Pada Pemilu 2014, PDIP mendapat 92.217 suara, sedangkan pada Pemilu 2019 partai ini meraih 99.555 suara.
 
Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengatakan dengan hasil itu, partainya meraih 12 kursi dari total 45 kursi DPRD Kota Malang. Jumlah tersebut meningkat satu kursi dari perolehan 11 kursi pada Pemilu 2014 lalu.
 
"Kami akui memang persaingan antar partai pada Pileg kali ini begitu ketat, tapi inilah hasil kerja keras kami. Bahkan dari 12 caleg kami, mayoritas adalah pemilik suara terbanyak di Dapil masing-masing," ujarnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif