Lima infrastruktur baru itu antara lain Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV, Hotel Kapal Garden, dua jembatan, dan satu Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Bangunan dua jembatan dan satu Rusunawa ini merupakan bantuan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Rektor UMM, Fauzan mengatakan keberadaan lembaga pendidikan tinggi harus menjadi variabel pendorong dalam merawat tradisi bersaudara di tengah-tengah kemajemukan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Universitas Muhammadiyah Malang telah lama menyadari atas peran itu. Atas dasar itulah Festival Kebangsaan yang kedua kalinya ini dihadirkan di kampus ini,” kata Fauzan.
Fauzan menambahkan kampusnya telah lama memiliki semboyan 'Dari Muhammadiyah untuk Bangsa'. Semboyan ini, mengandung spirit bahwa apa yang diupayakan oleh UMM harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua golongan masyarakat.
"Sekecil apapun yang dihasilkan UMM, didorong memiliki daya manfaat bagi masyarakat, tak terkecuali produk-produk riset,” imbuhnya.
Sementara itu, peresmian infrastruktur baru UMM ditandai dengan penandatangan prasasti usai Jusuf Kalla membuka agenda yang dihadiri ribuan mahasiswa dan unsur masyarakat dan latar belakang agama.
“Beberapa kali hadir di Universitas Muhammadiyah Malang, dan selalu mengagumi perkembangan universitas swasta seperti UMM. Idenya, spiritnya, kampusnya yang dibelah sungai (Brantas) dan tentu saja hasil dari produk-produk akademiknya yang membanggakan,” kata Jusuf Kalla.
Pria yang akrab disapa JK ini menyebutkan UMM bukan hanya sebagai kampus Muhammadiyah. Pasalnya, kampus ini begitu terasa unsur persaudaraan dan keragaman yang sangat merepresentasikan keragaman yang baik.
“Kemajuan kita akan sangat ditentukan oleh model pendidikan seperti ini,” ungkapnya.
Oleh karenanya, dalam kesempatan ini juga digelar produk-produk riset mahasiswa dan para dosen, baik dari UMM maupun dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Pagelaran produk riset ini dimaksudkan mengenalkan untuk direspon oleh pelaku usaha dan pelaku bisnis. Wapres Jusuf Kalla juga turut melihat berbagai produk riset ini usai membuka secara resmi Festival Kebangsaan II.
Acara ini diselenggarakan dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), pelaku dan pemilik perusahaan, dan Badan Musyawarah Gereja Kristen Malang Raya. Sementara yang hadir, selain mahasiswa, terdiri atas tokoh agama, tokoh etnis, tokoh organisasi, dan pejabat pemerintahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
