"Kalau pembangunan atau proyek rekontruksi jalan memang telah dihentikan sementara sejak H-10 hingga H+10. Tapi kalau perbaikan jalan skala kecil tetap dilakukan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jatim, Gatot S Hadi, kepada Medcom.id, Jumat, 31 Mei 2019.
Gatot menjelaskan perbaikan jalan seperti tambal sulam, perbaikan jalan berlubang tetap diperbolehkan. Perbaikan tersebut tetap dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. "Untuk perbaikan jalan berlubang kan kecil-kecil, paling butuh satu hingga dua jam untuk perbaikan. Jadi tetap dilakukan perbaikan, jadi kita siagakan," jelas Gatot.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Gatot kembali mengatakan, di Jawa Timur ada beberapa jalur yang masih dilakukan perbaikan. Pasalnya, jika tak dilakukan perbaikan akan lebih membahayakan masyarakat, misalnya saja di KM 226 Pacitan, tepatnya kurang lebih perbatasan antara Ponorogo dan Pacitan.
"Di wilayah itu memang ada jalan ambles, juga ada pengeprasan tebing karena penyempitan jalan. Tapi sekarang sudah operasional. Namun saya berharap masyarakat pengguna jalan agar lebih hati-hati saat melintasi jalan itu, karena itu tanah labil," beber Gatot.
Kemudian di KM 99 Kejayan-Tosari. Gatot mengatakan jalur ini mendapat perhatian khusus karena sering longsor. "Yang kedua adalah di KM 99 Kejayan tosari jurusan Bromo. Itu memang badan jalannya longsor, jadi perlu perhatian. Dan itu memang belum selesai mungkin ini juga tidak berhenti karena itu jalan satu-satunya," ujarnya.
(DEN)