Partai Pengusung Jokowi Tinggalkan Demokrat
Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy. (Foto: Daviq)
Malang: Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy, mengungkapkan partai pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin menunggu sikap Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Sampai hari ini Demokrat belum menentukan sikap, tetapi kami tidak juga dalam posisi menunggu," katanya saat berkunjung ke Malang, Minggu 15 Juli 2018.

Saat ini total ada enam parpol yang berkoalisi mendukung Jokowi. Yakni PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PPP dan PKB. Seperti diketahui, PKB adalah parpol terakhir yang memutuskan untuk mengusung Jokowi.


"Karena jumlah koalisi juga sudah lebih dari cukup, kita akan terus menjalankan agenda termasuk menetapkan calon wakil presiden ini dengan atau tanpa bergabungnya Demokrat," tegasnya.

Politisi yang akrab disapa Romi ini menambahkan, partai pengusung Jokowi memang sengaja belum menyampaikan ke publik terkait formasi jelang Pilpres 2019. Sebab, pihaknya masih menunggu koalisi pendukung Prabowo Subianto.

"Kita tetap menunggu karena formasi di kubu sebelah masih kita dengar dulu siapa yang akan dijalankan sebagai presiden dan wakil presidennya. Setelah itu baru kita umumkan," bebernya.

Sebab, dia menilai ada empat kategori yang harus dipenuhi dalam formasi Pilpres nanti. Yakni menyiapkan calon presiden, calon wakil presiden, partai koalisi dan program yang akan diajukan.

"Kita sudah akan mengumumkan tetapi kan tentu sebagai sebuah sikap, ada baiknya kita menunggu langkah mereka. Kami masih menunggu," jelasnya.

Dia menduga,  tidak bakal ada poros baru lagi terbentuk. Karena, menurut Romi, dari partai yang tersisa hanya bisa membentuk satu poros. 



(LDS)