Risma Tambah Alat Rekam dan Cetak KTP-el
Ilustrasi. Antara/Irwansyah Putra
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal menambah lima unit alat perekaman dan cetak Elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP-el). Volume antrean warga Surabaya yang akan merekam maupun mencetak KTP-el meningkat.

"Hari ini kita sudah kirim surat ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil)," kata Risma, sapaan akrabnya, di Surabaya, Kamis, 5 Juli 2018.

Risma memantau langsung jalannya proses perekaman dan pencetakan E-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Ia melihat langsung kendala yang dihadapi dalam perekaman dan cetak E-KTP.


Pertama, keterbatasan alat rekam sidik jarak dan mata. Termasuk juga mesin cetak KTP-el. Selain keterbatasan alat, proses validasi data ke pemerintah pusat.

"Sehingga kalau dobel (ganda) itu pasti susah untuk ngeluarinnya (KTP-el). Buktinya kalau yang ndak ada masalah, lancar," ujarnya.

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Suharto Wardoyo, volume antrean warga untuk mengurus KTP-el disebabkan beberapa faktor. Selain terbatasnya alat, warga yang baru menginjak usia 17 tahun juga meningkat.

Data ganda kependudukan juga menjadikan faktor meningkatnya volume antrean. Warga pun harus datang untuk melakukan perekaman ulang di Kantor Dispendukcapil Siola.

"Perekaman KTP-el rata-rata per hari mencapai 488. Jadi cukup banyak, karena masa libur sekolah. Banyak juga yang baru berusia 17 tahun melakukan perekaman," ujarnya.

Pihaknya akan menuntaskan sebanyak 39,547 ribu KTP-el yang siap cetak. Termasuk mempercepat proses perekaman dan pencetakan KTP-el.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id