PLN Target Aliran Listrik di Kepulauan Madura Tuntas 2018
ilustrasi-medcom.id
Surabaya: Puluhan kepulauan kecil di Madura, Jawa Timur, bakal teraliri listrik. PT PLN Distribusi Jatim menarget aliran listrik di daerah kepulauan Madura itu tuntas pada 2018.

"Ada sekitar 25 desa di kepulauan terpencil di Madura belum teraliri listrik. Kami target selesai akhir tahun 2018," kata Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, G. Wisnu Yulianto, dikonfirmasi, Minggu, 15 April 2018.

Adapun beberapa pulau itu antara lain Kangean, Sapudi, Gili Iyang, dan Gili Genting. Dari jumlah itu, sebagian besar desa di Pulau Gili Iyang sudah teraliri listrik, kemudian saat ini pihaknya meningkatkan keandalan listrik di pulau Gili Genting dan pulau Sapudi. 


"Sebenarnya jaringan listriknya sudah masuk, tinggal dialiri listrik, masih proses," imbuhnya.

Wisnu menuturkan, banyaknya desa yang belum teraliri listrik karena faktor geografis. Sulitnya medan dalam pembangunan jaringan listrik menjadi faktor utama dalam kasus tersebut.

"Dibanding daerah lainnya, rasio elektrifikasi Madura paling rendah, hanya sekitar 65 persen hingga 70 persen," katanya.

Wisnu memprediksi, rasio etektrifikasi Madura bakal naik menjadi sekitar 80 persen pada awal 2019. Sementara rasio elektrifikasi Jatim secara keseluruhan sudah di angka 97 persen, lebih tinggi dari nasional yang masih di angka 95 persen.

"Kalau Jatim secara umum, melalui berbagai upaya yang tengah kami lakukan, kami target rasio elektrifikasi di akhir 2018 bakal mencapai 97,7 persen dan di 2021 mencapai 100 persen," ujarnya.

Menurutnya, selain di kepulauan terpencil, desa yang belum teraliri listrik juga ada di beberapa daerah di wilayah Jatim, di antaranya daerah pelosok di Banyuwangi, Bojonegoro dan Malang. Tetapi jumlahnya tidak banyak, hanya desa-desa yang pembangunan jaringan listriknya terhalang oleh hutan lindung.

"Di Banyuwangi misalnya, kami sudah melakulan koordinasi dengan pihak Perhutani untuk menarik jaringan dan sudah dalam proses pengurusan izin. Tetapi upaya itu memang tidak boleh seenaknya dilakukan, ada prosedurnya dan harus terus berkoordinasi dengan mereka," tandasnya.



(LDS)