Jalan Berlubang, Bergelombang, dan Menyempit di Jalur Surabaya-Mojokerto

Syaikhul Hadi 12 Juni 2018 16:13 WIB
Mudik Lebaran 2018
Jalan Berlubang, Bergelombang, dan Menyempit di Jalur Surabaya-Mojokerto
Polisi menyemprotkan cat sebagai penanda lubang di jalur Surabaya-Mojokerto, dok: istimewa
Sidoarjo: Pengendara roda dua atau sepeda motor harus berhati-hati saat melintasi jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dengan Mojokerto, Jawa Timur. Pemudik harus mengantisipasi garis putih yang merupakan penanda lubang di sepanjang jalur itu.

Pantauan Medcom.id, kondisi jalan berlubang terjadi mulai dari Jalur Trosobo Taman, bypass Krian, Balongbendo, hingga Kecamatan Tarik. Jalur sepanjang 25 -29 Km itu menghubungkan Surabaya menuju Mojokerto.

Bulatan-bulatan putih bertebaran di sepanjang jalan. Tampak lubang di tengah bulatan tersebut. Lubang beraneka ragam ukuran diameter. Mulai dari 20 sampai 30 centimeter. Kedalamannya pun bermacam-macam, ada yang 3 hingga 5 centimeter.


Kanit Laka Lantas Polres Sidoarjo AKP Toni Irawan mengatakan tanda putih itu merupakan cat semprot. Semprotan itu menjadi penanda lubang di sepanjang Jalur Nasional tersebut.

"Kita sudah melakukan survei beberapa kali, dan bersama-sama dengan relawan Info Lantas Sidoarjo (ILS) memberi tanda putih jalan mana yang berlubang," ujar Toni di Sidoarjo, Selasa, 12 Juni 2018.

Kondisi jalan pun bergelombang di Jembatan Layang Trosobo Kecamatan Taman ke arah barat dan dari arah Puskesmas Trosobo ke barat. Sedangkan jalan berlubang ditemukan mulai dari bypass Krian, Balongbendo, hingga Tarik.

Dijalur-jalur tertentu seperti di akses jalan nasional, Kecamatan Taman, Krian, Balongbendo, hingga Tarik diakuinya jalan lebar. Hanya saja dititik-titik tertentu ada penyempitan jalan. Sehingga dilakukan deskresi kecepatan bagi para pengendara R2 dan R4 untuk mengurangi kecepatannya. 

"Atas dasar deskresi tadi, batas kecepatan luar kota yang normalnya 80 km/jam menjadi 60-70 per km/jam," tandasnya. 




(RRN)