Risau Hati Istri Korban Tragedi Lion Air

Syaikhul Hadi 07 November 2018 16:59 WIB
Lion Air Jatuh
Risau Hati Istri Korban Tragedi Lion Air
Keluarga korban melakukan prosesi tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.
Sidoarjo: Keluarga Moedjiono, korban tragedi Lion Air PK-LQP, berharap pencarian terus dilakukan hingga semua jasad ditemukan. Hingga saat ini, pria berusia 59 tahun asal desa Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo tersebut belum ditemukan atau teridentifikasi.

"Harapannya, masa pencarian korban bisa diperpanjang," kata istri Moedjiono, Mardiem Nurrahma, 59, Rabu, 7 November 2018.

Mardiem menjelaskan, dengan penambahan waktu pencarian korban, dirinya berharap semua penumpang bisa ditemukan dan teridentifikasi. Menurut Mardiem, saat itu, suaminya yang merupakan pegawai PT Asuransi Harta Aman Pratama hendak ke pangkal Pinang, dalam rangka menjalankan tugas sebagai tim audit investigasi.


"Kami mohon masa waktunya ditambah," harap Mardiem sembari meneteskan air mata. 

Pasca jatuhnya pesawat, Mardiem bersama keluarga sempat ke Jakarta untuk melakukan tes DNA untuk keperluan identifikasi. Namun, sampai saat ini pihaknya diminta untuk tetap menunggu di rumah hingga ada pemberitahuan dari Tim Disaster Victims Identification (DVI).

"Setelah kejadian itu, saya pernah bermimpi bertemu suami. Dia ngajak saya naik sepeda motor (boncengan). Tempat itu sangat indah dan sejuk. Insya Allah dia sudah berada di surga," ungkap Mardiem.

Sebelum berangkat, suaminya sempat mengirim sebuah pesan yang berisi doa. Ia selalu mengirimkan doa tersebut saat bepergian. Kini, Moedjiono meninggalkan istri dan tiga anaknya.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id