Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto, saat merilis kasus mutilasi dalam koper di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin, 15 April 2019. Medcom.id/Amaluddin
Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto, saat merilis kasus mutilasi dalam koper di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin, 15 April 2019. Medcom.id/Amaluddin (Amaluddin)

Pelaku dan Korban Mutilasi Pernah Berhubungan Intim

kasus mutilasi pembunuhan
Amaluddin • 15 April 2019 19:32
Surabaya: Motif mutilasi dalam koper di Kota Blitar karena hubungan asmara sesama jenis. Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku diketahui empat kali berhubungan intim dengan korban.
 
"Dari keterangan pelaku, kita dapatkan ada hubungan asmara antara korban dan pelaku. Dimana pelaku telah empat kali melakukan hubungan sesama jenis," kata Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto, saat rilis kasus mutilasi dalam koper di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin, 15 April 2019.
 
Toni menjelaskan, pelaku AS dengan korban Budi Hartanto memiliki hubungan sesama jenis sejak 2018. Setelah mereka berhubungan intim keempat kalinya di warung kopi (warkop) di Kediri, korban meminta uang ke AS. Namun, AS kala itu tidak punya uang untuk membayar korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Korban minta uang Rp100 ribu kepada pelaku, setelah berhubungan badan. Karena AS tidak punya uang, hingga akhirnya keduanya bertengkar dan berujung pembunuhan," kata Toni.
 
Pelaku lainnya, AP, merupakan tetangga dan teman AS. AP diketahui tidak mengenal Budi dan tidak memiliki hubungan dengan korban.
 
"Saat kejadian, AP diminta AS untuk membantu melakukan pembunuhan. Yang punya hubungan asmara hanya AS dan korban," ujarnya.
 
Sebelumnya, warga Kota Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper di antara semak-semak dekat sungai, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada Rabu, 3 April 2019. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di desa sekitar.
 
Saat ditemukan, di dalam koper ada sesosok mayat yang tidak memakai kain sehelai pun. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala.
 
Sepekan setelah kejadian, polisi akhirnya berhasil menangkap AP dan AS (sebelumnya AJ), pelaku mutilasi di dua tempat berbeda pada Kamis, 11 April 2019. AP ditangkap di Jakarta, dan AS ditangkap di Kediri. Setelah menangkap keduanya, akhirnya polisi juga berhasil mengungkap keberadaan kepala korban mutilasi di Kediri.
 

 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif