Kunjungan Wali Kota Malang ke SDN Kauman 3 Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang)
Kunjungan Wali Kota Malang ke SDN Kauman 3 Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang) (Daviq Umar Al Faruq)

Guru Olahraga di Malang Mencabuli Puluhan Siswi

pencabulan
Daviq Umar Al Faruq • 12 Februari 2019 16:52
Malang: IS, guru olahraga di SDN Kauman 3 Malang, Jawa Timur, diduga mencabuli sejumlah siswi. Kasus itu kini telah diperiksa oleh Polres Malang Kota.
 
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menyebutkan tidak ada kompromi terhadap kejahatan seksual, apa pun alasannya. Apalagi kejahatan tersebut dilakukan guru kepada siswanya.
 
"Tidak ada alasan untuk hanya menghukum dengan memindahkan gurunya. Tetap harus ada tindak pidananya, harus ditindaklanjuti tidak ada alasan untuk hanya diberikan sanksi administratif," katanya saat dikonfirmasi, Selasa 12 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arist menambahkan sanksi administratif harus tetap dilakukan, selain sanksi pidana. Sebab, peristiwa tersebut merupakan kejahatan luar biasa.
 
"Dua-duanya itu harus dikenakan. Tentu kan sudah gak layak menjadi seorang guru kan. Kalau faktanya dari sekolah banyak korbannya itu secara administratif dia harus diberhentikan dari ASN," bebernya.
 
"Tidak hanya sekadar memberhentikan tapi tindak pidananya juga harus dia jalani, harus bertanggung jawab. Karena kejahatan seksual yang dia lakukan adalah kejahatan ekstra ordinary, kejahatan luar biasa," imbuhnya.
 
Arist pun meminta wali murid untuk tidak menganggap kasus seperti ini aib sehingga tidak dilaporkan ke pihak berwajib. Sebab hal itu bakal mempengaruhi hubungan antara orang tua dengan anak.
 
"Kalau misalnya anaknya tahu bapaknya atau ibunya tidak bertindak apa-apa, itu akan membuat anak itu semakin tidak percaya pada bapak ibunya. Karena bapak ibunya kan harusnya menjadi benteng dan pahlawannya, tapi ada peristiwa seperti ini eh malah didiamin, itu akan berbahaya bagi anak. Itu harus menjadi pertimbangan orang tua, jadi bukan sekedar aibnya," pungkasnya.
 
Sebagai informasi, sejumlah wali murid SDN Kauman 3 Malang melaporkan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru berinisial IS ke Polres Malang Kota. Guru olahraga tersebut diduga melakukan aksi pelecehan seksual kepada puluhan siswanya.
 
Kepala SDN Kauman 3, Irina Rosemaria mengaku IS kini tak lagi bekerja di sekolahnya. Keberadaan IS pun tidak diketahui sejak Januari 2019 lalu.
 
"Yang bersangkutan sudah tidak di sini lagi. Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Pihak sekolah sudah menyelesaikan secara prosedural. Sudah saya jelaskan ke atasan saya," terangnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji memerintahkan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk segera memberikan sanksi kepada IS yang telah melakukan pelanggaran sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
 
Sutiaji juga memerintahkan Kepala SDN Kauman 3 beserta Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mengumpulkan wali murid. Hal itu untuk memberikan jaminan kepastian serta rasa aman pada wali murid agar lebih tenang dalam menyekolahkan anak-anaknya.
 
"Jaminan rasa aman dan nyaman bukan saja harus diterima oleh wali murid SDN Kauman 3, namun juga kepada seluruh wali murid yang anaknya bersekolah di Kota Malang. Jangan sampai citra pendidikan Kota Malang kembali tercoreng atas ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab" ujar Sutiaji.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi