Parpol Pengusung Pasrah Dukung Nyono
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK,. ANT/ Reviyanto
Surabaya: Partai politik (parpol) pengusung pasangan calon bupati (cabup) Nyono Suharli Wihandoko-calon wakil bupati (cawabup) Subaidi Muchtar tetap solid memenangkan jagoannya pada Pilbup Jombang 2018. Bahkan, Subaidi tak patah semangat meski pasangannya (Nyono, red.) menjadi tersangka pungulan liar (pungli) oleh KPK.

"Wakilnya Pak Nyono (Subaidi, red.) tetap akan jalan, bahkan berjuang untuk menang di Pilkada Jombang," kata Plt DPD Partai Golkar Jawa Timur, Zainuddin Amali, dikonfirmasi, Minggu, 11 Februari 2018.

Pada tahap pendaftaran Pilbup Jombang Januari lalu, Nyono mendaftar bersama pasangannya yang merupakan kader PKB Subaidi Muchtar. Pasangan Nyono-Subaidi diusung PKB, Golkar, PKS, NasDem, dan PAN. "Kita juga sudah komunikasi dengan partai pengusung. Jadi kita jalan terus," katanya.


Menurut Amali, tidak ada alternatif setelah jagoannya ditetapkan oleh KPK menjadi tersangka akibat OTT beberapa waktu lalu. Nyono juga tidak bisa mengundurkan diri sebagai cabup Kabupaten Jombang. 

Aturan ini sesuai Pasal 78 dan 79 PKPU No 3 tahun 2017, tak mengatur pergantian calon bupati akibat menyandang status tersangka. "Jadi jalan terus," katanya.

Demikian juga disampaikan Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, jagoan yang diusung bersama kader PKB tak bisa diganti, meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Mau bagaimana lagi, mundur gak bisa, maju juga keadaannya seperti itu. Yaa kita jalan terus aja (tetap mengusung Nyono)," kata Gus Halim, demikian disapa.

Senada juga disampaikan Ketua DPW PKS Jatim, Arief Hari Setiawan, bahwa partainya akan terus jalan untuk jagoan yang diusungnya. Ia mengaku kaget dan prihatin atas kasus yang menimpa Bupati Jombang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jatim itu (Nyono, red). 

"Mundur tak bisa, maju juga keadaannya seperti ini. Jadi mau bagaimana lagi, yaa jalan saja," katanya singkat.

KPK telah menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang. Nyono diduga menerima suap sebesar Rp434 juta atas kasus tersebut.




(ALB)