Suasana di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, yang ambles beberapa waktu lalu, Medcom.id - Amal
Suasana di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, yang ambles beberapa waktu lalu, Medcom.id - Amal (Amaluddin)

Risma: Izin Proyek Basement RS Siloam Sesuai Prosedur

Jalan Gubeng Ambles
Amaluddin • 27 Desember 2018 18:47
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan izin proyek basement RS Siloam oleh PT Nusa Kontraktor Enjiniring (NKE) sudah sesuai prosedur. Artinya, prizinan proyek pembangunan basement itu tidak menyalahi aturan.
 
"Kalau soal perizinan sudah sesuai aturan yang ada," kata Risma, sapaan akrabnya, di Surabaya, Kamis, 27 Desember 2018.
 
PT NKE adalah perusahaan yang diduga kuat penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng. Jalan nasional itu ambles saat perusahaan tersebut mengerjakan perluasan bawah tanah RS Siloam. Bahkan sebagai pertanggungjawabannya, PT NKE menanggung penuh biaya pemulihan amblesnya jalan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait masalah tersebut, Risma menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak mempunyai kewenangan mengawasi setiap proyek yang dijalankan di wilayahnya. Sebab, kata dia, Pemkot Surabaya hanya berwenang dalam sisi perizinan. "Aturannya kan emang gitu. Jadi, kita gak punya kewenangan untuk mengawasi," kata Risma.
 
Risma kembali menegaskan, pihaknya tidak memiliki kwenangan untuk mengawasi berbagai proyek pembangunan yang ada di Surabaya. Malah, kata dia, jika pihak Pemkot Surabaya memaksa melakukan pengawasan, akan sangat berbahaya. 
 
"Kalau kita ngawasi malah dikiro cari duit. Karena kita kan gak ada kewenangan untuk mengawasi. Jadi di aturan sampai pusat gak ada aturan mengawasi," ujar Risma.
 
Berbeda dengan Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. Luki mengatakan saat ini pihaknya sudah meningkatkan kasus Jalan Raya Gubeng yang ambles dari penyelidikan ke penyidikan. Dalam proses penyidikan tersebut, kata Luki, penyidik dari Polda Jatim sudah mendapat keterangan dari saksi-saksi, termasuk saksi ahli, dan juga dokumen-dokumen.
 
Sehingga tim penyidik sudah mulai mengarahkan kepada dugaan dari pada tersangka yang terdiri dari lima pihak terkait. Mereka adalah perencana, pelaksana lapangan, pengawas lapangan, konsultan pengawas, dan pihak perizinan. 
 
"Kami juga sudah melihat ada temuan dari segi perizinan. Kami juga akan melihat siapa yang mengeluarkan izin ini, dan begitu juga yang mengajukan izin," kata Luki.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi