Windsock dipasang di atas jembatan kaca Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang, Jawa Timur, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: BPBD Kota Malang)
Windsock dipasang di atas jembatan kaca Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang, Jawa Timur, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: BPBD Kota Malang) (Daviq Umar Al Faruq)

Antisipasi Korban, BPBD Malang Pasang Pendeteksi Angin

angin puting beliung
Daviq Umar Al Faruq • 24 Januari 2019 19:51
Malang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengantisipasi peristiwa angin kencang yang melanda Kota Malang. Antisipasi dilakukan dengan memasang kantong angin atau windsock.
 
Sekretaris BPBD Kota Malang, Tri Oky Rudianto mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem beberapa hari kedepan dan agar petugas bisa mengambil langkah cepat ketika angin kencang melanda.
 
"Hal utama adalah kita menyiagakan seluruh personil BPBD. Baik ASN nya maupun TRC dan Pusdalops," kata Tri saat dikonfirmasi, Kamis, 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tri menjelaskan, BMKG sendiri telah mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
 
Tri kembali mengatakan, pada Selasa malam, 22 Januari 2019 lalu, Kota Malang dilanda angin kencang. Kecepatan angin saat itu menurut weather station BPBD mencapai 43 km/jam.
 
Belajar dari hal tersebut, BPBD Kota Malang menempatkan Windsock di sejumlah titik. Di antaranya di atas Kantor BPBD Kota Malang dan di atas jembatan kaca Kampung Warna-Warni Jodipan.
 
"Tiga windsock lainnya akan kita pasang di Balaikota, Kampung Biru, dan Kampung Putih," beber Tri.
 
Windsock adalah sebuah alat perangkat yang terbuat dari parasut maupun bahan lain yang gunanya untuk mengetahui arah angin di area tersebut. 
 
Windsock biasanya dipasang atau diikatkan pada sebuah tiang dalam ruangan atau lapangan terbuka yang terdapat angin leluasa bertiup.
 
Windsock akan bereaksi dan membuat gerak yang kencang karena kantong terisi angin yang bergerak kencang. BPBD Kota Malang memasang windsock dengan warna oranye agar mudah dikenali dan dilihat.
 
"Pemasangan windsock ini ditujukan sebagai alat bantu pengurangan risiko bencana. Dengan melihat arah angin serta kecepatannya, kita bisa mengambil langkah cepat dan tepat saat terjadi angin kencang," pungkas Tri.
 
Sebelumnya hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Malang sejak Selasa, 22 Januari 2019. Peristiwa itu menyebabkan beberapa pohon tumbang.
 
Berdasarkan data dikutip dari laman BPBD Kota Malang, terdapat 19 titik lokasi pohon tumbang. Jenis pohon yang tumbang bervariasi, mayoritas pohon ceri dan sonokeling.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif