Mentan Ingin Lebih 200 Ribu Rumah Tangga Bebas Status Miskin

Syaikhul Hadi 08 Agustus 2018 17:08 WIB
kemiskinan
Mentan Ingin Lebih 200 Ribu Rumah Tangga Bebas Status Miskin
Mentan Andi Amran Sulaiman, Medcom.id - Fachri Audhia Hafiez
Surabaya: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginginkan lebih 200 ribu rumah tangga di Indonesia bebas dari status miskin pada 20 tahun mendatang. Lantaran itu, lanjut Amran, Indonesia menggencarkan program bersama mengentaskan kemiskinan.

Nama program itu yaitu Bekerja. Progresnya berlaku dalam jangka panjang. Program melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Sosial.

Salah satu programnya adalah mengoptimalkan mangga gincu asal Indramayu, Jawa Barat, sebagai komoditas ekspor. "Mangga gincu ini masuk dalam komoditas ekspor, permintaan pun banyak," ujar Amran dalam kegiatan yang berlangsung di Surabaya, Selasa, 7 Agustus 2018.


Bila di lahan seluas 1.000 Hektare ditanami mangga gincu, maka akan ada 100 ribu pohon di area tersebut. 

"Dengan skala yang banyak tersebut, maka bisa berdiri satu industri dalam cluster tersebut. Bisa dipastikan, 20 tahun yang akan datang masyarakat tidak akan miskin lagi. Karena mangganya sudah berbuah. Itu lah mimpi kita, bagaiman melepaskan permasalahan saudara kita dari kemiskinan. Dan ini yang bisa kita sebut permanent solution (Solusi permanen) untuk kemiskinan," harapnya. 

Dalam menjalankan program ini, pihaknya tidak mau berandai-andai. Program bekerja sudah dilakukannya beberapa bulan yang lalu. Ia mencontohkan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mampu mengurangi angka kemiskinan. Seperti di Banyuwangi, Jawa Timur. Menurutnya, angka kemiskinan yang sebelumnya mencapai 39 persen menjadi 8,6 persen. 

"Bupati nya luar biasa. Ini sudah kami lakukan sebekumnya. Sebagai contoh di Banyuwangi, kita berikan ayam, tanaman, kami berikan bibit bawang, holtikultura, dan lain-lain, ternyata bupatinya langsung turun lapangan, dia by name-by address dalam menerapkan itu. Dan yang paling mengejutkan lagi, angka kemiskinan saat ini sudah turun menjadi 8,6 persen dari sebelumnya sebanyak 39 persen. Ini sangat luar biasa," tegasnya. 

Menurutnya, program ini sudah pernah dilakukan sejak 20 tahun yang lalu. Dalam program tersebut masing-masing Rumah Tangga Miskin hanya diberi 2 ekor saja. Namun, saat ini pihaknya memberikan kesempatan sebanyak 50 ekor per Rumah Tangga Miskin. 

Dalam program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) tahun 2018 ini, pemerintah sudah melakukan pendataan melalui Kementerian Sosial RI dalam melaksanakan program tersebut. Sedikitnya ada sekitar 200.000 ribu Rumah Tangga Miskin (RTM), yang terbagi dalam 10 Provinsi di 21 kabupaten, 60 kecamatan/cluster, dan 807 desa. Diantaranya, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. 

Dalam program tersebut, pemerintah mencanangkan 10 juta ekor (ayam/itik/kambing), tanaman, buah-buahan, dan Sayuran. Masing-masing mendapatkan 50 ekor per RTM. Program ini diharapkan masing-masing RTM menghasilkan tambahan pendapatan Rp500 perbulan per RTM, serta Rp2 juta per 6 bulan per RTM. 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id