Kecelakaan Lion Air JT610

Kepedulian Syachrul Anto Terhadap Bencana di Perairan

Syaikhul Hadi 03 November 2018 19:15 WIB
Lion Air Jatuh
Kepedulian Syachrul Anto Terhadap Bencana di Perairan
Lian Kurniawati, 39, tidak kuasa menahan tangis usai pemakaman suaminya, Syachrul Anto di kawasan Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur Sabtu, 3 November 2018. Medcom.id/ Syaikhul Hadi.
Surabaya: Syachrul Anto, 48, merupakan relawan yang memiliki lisensi menyelam dan kerap menawarkan diri saat ada bencana diperairan di Indonesia. Pria kelahiran Makassar tersebut mulai aktif di bidang kemanusiaan sejak 2014 lalu.

Lian Kurniawati, 39, istri Syachrul menceritakan, suaminya merupakan seorang wiraswasta yang sekaligus relawan kemanusiaan yang siap membantu saat ada musibah di perairan Indonesia.

"Untuk misi kemanusiaan, meski saya enggak mengijinkan misalkan, dia akan tetap berangkat. Ia tidak pernah bilang tidak jika ada yang butuh bantuan terutama di perairan. Bahkan, ia pernah bilang ke saya, meski hanya bawa linggis sama pacul, yang penting bisa membantu," kata Lian Kurniawati saat ditemui di rumah duka kawasan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 3 November 2018. 


Lian menjelaskan, suaminya mulai aktif menyelam untuk memberikan pertolongan kepada korban sejak peristiwa Air Asia pada 2014 silam, hingga terakhir saat bencana di Palu yang menerjang banyak korban jiwa.

"Pokoknya dia hanya mau membantu saja tanpa dibayar. Seperti relawan tetap di Basarnas," jelas Lian. 

Syachrul Anto meninggalkan seorang istri dan dua anak. Yakni Jihan Valencia yang saat ini duduk di bangku kuliah semester akhir illmu pariwisata Bandung dan Ais berusia 5 tahun.

Syachrul Anto, anggota tim evakuasi serpihan dan penumpang Lion Air PK-LQP, gugur dalam tugas. Ia  sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jumat malam, 2 November 2018.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id