Risma Imbau Warga Rayakan Tahun Baru tak Berlebihan

Amaluddin 30 Desember 2017 16:58 WIB
tahun baru
Risma Imbau Warga Rayakan Tahun Baru tak Berlebihan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat acara refleksi akhir tahun 2017. (Medcom.id/Amal).
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan pesan kepada warganya jelang pergantian tahun 2017. Orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu juga menyampaikan harapan kepada warga dan bawahannya untuk tahun 2018 mendatang.

Untuk pergantian tahun 2017, perempuan yang akrab disapa Risma, itu berpesan kepada masyarakat agar tidak merayakan tahun baru secara berlebihan. Sebab, menurut Risma, tahun baru sejatinya sekadar pergantian tahun dan bukan istimewa.

“Pergantian tahun sebenarnya hal biasa, sama dengan hari-hari biasanya. Karena itu, kita jangan merayakannya secara berlebihan. Contoh ketika menyalakan kembang api, akhirnya berdampak pada kebakaran rumah, atau akhirnya menyebabkan kecelakaan, sehingga menyebabkan cacat, itu jangan sampai terjadi,” kata Risma, disela acara refleksi akhir tahun 2017 yang digelar di Pemkot Surabaya, Sabtu, 30 Desember 2017.


Risma juga berpesan kepada warganya agar berhati-hati di jalan, utamanya warga yang melakukan mudik atau perjalanan luar kota. “Apabila saat berkendara capek, lebih baik beristirahat saja, karena polisi di seluruh Indonesia sudah menyiapkan pos-posnya, kalau capek bisa berhenti di pos itu untuk beristirahat,” kata Risma.

Sementara untuk tahun 2018, Risma menyampaikan agar para pejabat di Pemkot Surabaya bekerja lebih maksimal dan tulus dalam melayani masyarakat Surabaya. Ia juga menyampaikan agar bawahannya lebih tertib, disiplin, dan menjaga ketertiban dalam bekerja.

“Mumpung kita semua masih sehat, ayo berbuat yang terbaik untuk masyarakat.  Teman-teman harus melayani dengan hati untuk warga Surabaya, supaya hasilnya lebih maksimal,” kata Risma. 

Pada 2018, Risma juga mengatakan akan menggelar operasi yustisi. Giat ini dilakukan untuk mengatasi dampak ledakan urbanisasi yang terjadi di Kota Surabaya. Beberapa tempat yang akan menjadi sasaran yustisi antara lain, perumahan, apartemen, dan bantaran sungai.

“Yustisi akan kita lakukan, Surabaya kan ada kapasitas maksimumnya. Kalau semakin banyak kan berat bebannya Kota Surabaya. Mulai sampah, air dan sebagainya. Karena itu, kita harus lakukan yustisi untuk warga yang memang tidak punya kapasitas dan pekerjaan,” katanya.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id