medcom.id, Surabaya: Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Surabaya Agatha Retnosari menegaskan partainya tidak pernah membuat dan memerintahkan seseorang untuk membuat poster pencalonan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Informasi yang dihimpun, poster bergambar orang nomor satu di Surabaya itu diduga dibuat oleh mantan relawan dan simpatisan pasangan Joko Widodo-Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama pada Pilgub DKI 2012.
"Yang jelas poster itu bukan dari DPC PDIP Surabaya. Kabar yang saya dengar, itu dari Karisma relawan Jokowi-Ahok pada Pilgub dulu," kata Agatha Retnosari saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (8/5/2016).
Meski demikian, anggota DPRD Jawa Timur itu belum dapat memastikan poster itu resmi atau tidak. Agatha sendiri mengaku belum pernah melihat poster itu.
"Karena saya tidak pernah melihat langsung, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah itu resmi atau ilegal," ujar dia.
Agatha tak menampik poster itu beredar. Menurut informasi yang ia terima, poster itu beredar di Jakarta, bukan di Surabaya. Poster selebar 120 sentimeter dan setinggi 150 sentimeter itu bertuliskan 'Posko Karisma Jakarta, Risma for DKI 1'. Di bawah tulisan itu juga dibubuhi sketsa wajah Risma lengkap dengan slogan 'Bekerja dengan Hati'.
Saat ini PDIP mengantongi sedikitnya 34 nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Dua dari nama tersebut merupakan bakal calon yang diusulkan Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jakarta. Mereka adalah Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan 32 nama sisanya, antara lain Yusril Ihza Mahendra, Hasnaeni Moein atau Wanita Emas, Abraham 'Lulung' Lunggana, Sandiaga Uno, Marco Kusumawijaya, dan Farhat Abbas.
Meski DPP PDIP telah menutup pendaftaran penjaringan Pilgub DKI, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan bahwa PDIP masih membuka pintu, khususnya bagi calon internal yang memperoleh suara di atas 82 persen saat Pilkada 2015 lalu. Satu diantaranya adalah nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Menurut Hasto, Risma memiliki peluang untuk menang bila maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017. Lantaran itu, kata Hasto, PDIP mempertimbangkan nama Risma untuk diusung PDIP. "Jadi, siapa pun kepala daerah dari kader PDIP yang memperoleh suara di atas 82 persen masuk pertimbangan kami, tak terkecuali nama Wali Kota Surabaya," kata Hasto beberapa waktu lalu.
Namun sayang, Risma mementahkan keinginan dan rencana PDIP untuk mengusungnya dalam bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta. Alasannya, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu tak ingin meninggalkan Kota Surabaya untuk memenuhi janjinya kepada warganya.
Risma juga mengaku tak ingin mengkhianati warganya yang telah memberi amanah dan tanggung jawab untuk lima tahun ke depan. Untuk itu, Risma enggan menyambut tawaran sebagai DKI 1 itu. "Saya kira warga Surabaya lebih membutuhkan saya. Saya ingin mengabdi pada masyarakat Surabaya," kata Risma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
