Menurut Khofifah, anak-anak mudah mengakses konten video porno melalui jaringan internet. Sehingga hal yang semulanya tabu pun menjadi biasa.
Anak-anak, kata Khofifah, cenderung meniru adegan dalam tayangan itu. Malah, ia sudah memprediksi akibat kemunculan video porno sejak beberapa tahun lalu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Contohnya kekerasan seksual di Surabaya. Pelaku kekerasan yang masih berusia anak-anak mengaku kerap menonton video porno," kata Khofifah, Minggu (15/5/2016).
Saat ini, kata Khofifah, ia berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memblokir situs porno. Ia berharap tindakan itu bisa melindungi anak-anak agar tak menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual.
"Sejauh ini berdasarkan laporan harmonisasi dari kemeninfo sudah lebih dari 750 ribu situs yang sudah dihapus," kata Khofifah.
Di Surabaya, bocah perempuan berusia 13 tahun disetubuhi secara bergiliran oleh delapan orang. Mirisnya, para pelaku masih duduk di bangku SMP, bahkan SD. Tindakan mereka itu mengakibatkan korban kecanduan seks.
Baca: Siswi SMP Disetubuhi Bergiliran hingga Kecanduan Seks
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
