Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, berbagi tips untuk menguasai pasar industri. Yakni, teknologi atau biaya produksi murah, bahan pokok, dan pemasaran.
"Ketiga hal tersebut menjadi kunci untuk menguasai pasar, makanya harus diurus pemerintah karena itu penting dalam industri," kata Pakde Karwo.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Pakde Karwo, ketiga masalah tersebut penting untuk ditingkatkan dan diurusi pemerintah. Jika tidak, kata Pakde Karwo, maka UMKM tidak bisa bangkit atau berkembang, malah sebaliknya bisa gulung tikar.
"Teknologi yang ramah lingkungan dan mudah dioperasikan menjadi urutan pertama, karena ini merupakan sarana utama berproduksi," ujarnya.
Yang kedua adalah masalah bahan baku. Tentunya bahan baku ini harus mudah dicari dan selalu tersedia dari daerah sekitar. Kemudian, ongkos atau biaya murah. Sementara kebiasaan para pengusaha kita adalah selalu menaikkan harga dagangannya bila usahanya maju.
“Jadi siklus kuasai pasar itu adalah industri, pembiayaan murah dan ketersediaan bahan baku. Ini kunci yang harus dijaga agar UMKM bisa menguasai pasar,” tegas Pakde Karwo.
Dengan adanya pameran ini, lanjut Pakde Karwo, salah satu cara membangun pasar industri. Sebab, pasar itu adalah tempat pertemuan antara pembeli dan penjual, sehingga pembeli bisa langsung melihat hasil produk dan kemudian akan terjadi transaksi dari kedua belah pihak.
Selain lewat pameran, pengusaha UMKM juga bisa memasarkan hasil produknya lewat internet. Sebab dengan internet pembeli bisa langsung melihat barang apa saja berikut harga yang ditawarkan, sekaligus melihat kualitasnya.
Misalnya, industri agro karena di Jatim banyak tersedia bahan baku seperti nangka, apel, rambutan, pisang dan salak serta tempe. Semua bahan baku murah dan dekat tidak harus mengeluarkan biaya mahal.
"Jadi usaha inilah yang seharusnya dikembangkan supaya ke depannya dikenal pasar, banyak pesanan dan harganya tetap tidak dinaikkan lagi," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Purnomo, menambahkan, ajang ini dilaksanakan setahun sekali. Ini dilakukan untuk memperkenalkan produk daerah dan memperluas pasar para UKM.
"Tujuan lainnya mensosialisasikan. Karena Koperasi dan UKM sebagai wahana perkembangan ekonomi Jatim," kata Purnomo.
Koperasi dan UKM Expo 2017 diikuti 214 unit usaha. Ia berharap pameran selama lima hari (26-30 Juli 2017) bisa dikunjungi sebanyak 30.000 pengunjung, dengan target realisasi transaksi senilai Rp5,7 miliar.
"Pameran tahun lalu dikunjungi 27.000 pengunjung dengan realisasi transaksi Rp5,4 miliar," kata Purnomo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
