Demikian disampaikan Bendahara Umum GP Ansor Jombang, Farid Al Farisi, soal penempatan bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bersanding dengan bendera Muktamar NU di beberapa tempat di Jombang. Misalnya, di fly over Kecamatan Peterongan, pintu masuk Kabupaten Jombang di Jalan Gusdur, dan bantaran Sungai Brantas.
Farid menilai penempatan bendera PKB itu mengundang kasak-kusuk di internal NU. Sebab, tak semua kader NU bergabung dalam satu partai.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Kader-kader NU banyak di parpol. Tidak semua tergabung dalam satu parpol, pemasangan bendera salah satu parpol berdampingan seolah menunjukkan ada intervensi dalam muktamar," kata Farid, Kamis (16/7/2015).
Sejumlah kelompok kader NU pun mulai melayangkan aksi protes atas keberadaan atribut PKB itu. Sebab, NU milik rakyat, bukan partai.
"Intervensi partai politik ini akan menciderai Muktamar NU yang digelar di Jombang ini," ujar Pengasuh Pondok Pesanteran Al Wahabiyah Tambak Beras, Jombang, itu.
Ia meminta PBNU tegas menangani masalah tersebut. Ia tak menjamin bila sewaktu-waktu anggota Ansor mencabut paksa atribut partai politik di area muktamar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
