Peta Rawan Bencana Kab.Malang.
Peta Rawan Bencana Kab.Malang. (Aditya Mahatva Yodha)

Potensi Bencana Geologi di Kabupaten Malang

penanggulangan bencana
Aditya Mahatva Yodha • 06 April 2017 13:52
medcom.id, Malang: Wilayah Kabupaten Malang Jawa Timur yang dikelilingi gunung berapi dan garis Lempeng Indo-Australia membuat daerah Malang berpotensi mengalami bencana geologi. Potensi bencana geologi tersebut antara lain, erupsi gunung berapi, banjir, tsunami, angin puting beliung, gempa bumi dan tanah bergerak.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Iriantoro mengatakan, di tahun 2016 saja wilayah kabupaten Malang, mengalami 56 kejadian bencana alam. "Dimana jumlah tersebut didominasi oleh tanah longsor, sebanyak 35 kali, banjir 8 kali, angin puting beliung 7 kali, gempa bumi 5 kali dan tanah bergerak 1 kali," ujar Iriantoro kepada Metrotvnews.com, di Stadion Kahuripan Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis 6 April 2017.
 
Irianto menjelaskan, Malang berpotensi terdampak erupsi gunung berapi. Di bagian timur terdapat 2 gunung berapi yang aktif yaitu Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Sedangkan di bagian barat terdapat Gunung Kawi, Gunung Arjuna, dan Gunung Welirang. Untungnya ke 3 gunung ini tidak terlalu aktif letusan terakhir gunung arjuna-welirang terjadi di tahun 1952 sampai saat ini gunung tersebut belum menunjukkan aktifitas yang berbahaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Justru Gunung yang rawan sekali yaitu Gunung Kelud yang terletak di Kabupaten Kediri. Berdasarkan sejarah Gunung Kelud paling sering terjadi erupsi dan menghancurkan rumah dan bangunan penduduk. Selain dampak letusan langsung di Wilayah Malang barat yang berbatasan dengan Kediri.
 
"Selain dampak hujan abu, aliran Sungai Konto yang ada di Kecamatan Kasembon yang berbatasan dengan Kediri Juga rawan terjadi banjir lahar hujan akibat letusan Gunung Kelud tersebut," terang Iriantoro.
 
Baca: TNI Pilih Malang Tempat Latihan Siaga Bencana
 

Lahar hujan ini membawa material hasil erupsi dan melewati sungai yang ada di malang terutama pasir dan lumpur yang bercampur dengan air hujan.
 
Di wilayah Malang selatan yang merupakan daerah perbukitan banyak terjadi penebangan hutan dan perubahan fungsi hutan. Dari jenis tanaman pohon keras menjadi tanaman singkong dan pisang hal ini menyebabkan tanah bergerak dan berpotensi tanah longsor. Belum juga curah hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah jenuh dengan air sehingga memudahkan terjadinya tanah longsor. 
 
Berikut daerah yang rawan terjadi pergerakan tanah yang telah dipetakan oleh BPBD Kabupaten Malang antara lain Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Tumpang, Wajak, Puncokusumo, Pakis, Wonosaari, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gedangan, Sumber Pucung, Ampelgading, Tirtoyudo. Daerah ini perlu diwaspadai saat terjadi musim penghujan. Karena berpotensi terjadi longsor.
 
Kurangnya resapan di wilayah Malang juga menyebabkan beberapa daerah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang rawan banjir. "Meskipun terletak di dataran tinggi wilayah Malang termasuk rawan terjadi banjir bandang. Banjir bandang ini disebabkan oleh tingginya curah hujan dan kurangnya daerah resapan air, sehingga air hujan melaju di permukaan membuat sungai meluap," terang Iriantoro.
 
Daerah yang pernah terkena dan rawan terjadinya banjir bandang adalah Desa Sitiarjo Kecamatan sumbermanjing Wetan, Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo, Sitiarjo, dan Desa Mangliawan Kecamatan Pakis.
 
Kemudian gempa bumi, Kabupaten Malang berbatasan dengan Laut Indonesia bagian selatan yang berada pada batas lempeng IndoAustralia dan Lempeng Eurasia. Hasil dari tumbukan ini berupa palung subduksi di selatan jawa yang memanjang dari ujungkulon (Jawa Barat) hingga ujung timur nusa tenggara. Hasil subduksi ini mengakibatkan sepanjang daerah ini rawan terjadi gempa bumi akibat subduksi lempeng tersebut.
 
Selain gempa tektonik Malang juga berpotensi terkena gempa Vulkanik akibat aktifitas gunung berapi di sekitarnya. Gempa Vulkanik ini biasanya tidak terlalu bahaya bila dibandingkan gempa tektonik. Karena biasanya diikuti dengan aktifitas magma sehingga dapat diprediksi bila dibandingkan gempa tektonik yang terjadi tiba - tiba.
 
Daerah yang berpotensi terkena dampak dari gempa ini antara lain sepanjang daerah pesisir Pantai Selatan. Antara lain Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Turen, Bantur, Tirtoyudo , Sumberpucung ,Dampit, Gondanglegi hingga Donomulyo. Selain daerah yang berbukit daerah malang selatan juga terdapat sesar yang memotong batuan tersier. sehingga menjadi rawan gempa bumi.
 
Dari berbagai daerah yang berpontensi sebagai daerah rawan bencana, Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan. Pemerintah daerah sudah memberikan pelatihan siaga bencana melalui BPBD. Baik program Pengenalan Bencana di Sekolah kepada para siswa (Pena Sekolah) atau pelatihan tanggap bencana bagi warga desa. Karena dengan pengetahuan dan antisipasi yang baik dapat meminimalkan jumlah korban dan kerugian akibat bencana
 
"Alhamdulillah dari 378 Desa yang ada di Kabupaten Malang sudah terbentuk Relawan Desa Siaga atau Destana (Desa Tanggap Bencana)," ujar Bupati Malang Rendra Kresna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif