Gubernur Jawa Timur Soekarwo. ANT/Moch Asim.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. ANT/Moch Asim. (Amaluddin)

Hal Paling Menyentuh Najwa Shihab di Acara Mata Najwa On Stage Surabaya

mata najwa
Amaluddin • 16 April 2016 23:09
medcom.id, Surabaya: Najwa Shihab, pemandu sekaligus tuan rumah program acara Mata Najwa mengaku ada beberapa hal menyentuh di acara Mata Najwa on Stage Surabaya di Airlangga Convention Center, Surabaya, Jumat, 15 April. Salah satunya saat Gubernur Jawa Timur Soekarwo menangis.
 
"Ada beberapa hal yang paling berkesan dan menyentuh di acara Mata Najwa kali ini, khususnya saat Pakde Karwo (Soekarwo- red) menangis," Kata Nana, sapaan akrab, Najwa Shihab, kepada Metrotvnews.com, Sabtu (16/4/2016).
 
Nana mengatakan orang nomor satu di Jatim itu terlihat begitu sedih ketika membahas mantan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Fasichul Lisan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita perhatikan, Pakde Karwo menjadi sangat emosional saat berbicara seorang sahabatnya (mantan Rektor Unair), bahkan seluruh jajaran rektorat dan mahasiswa Unair sempat diam," kata Nana.
 
Nana mengaku tak menyangka Soekarwo menangis sesegukan saat membicarakan sosok Fasich. Menurut dia, kejadian itu menarik karena ada kisah-kisah di luar dugaan yang kemudian muncul.
 
"Kita akan lihat bagaimana reaksinya ketika acara ini ditayangkan di televisi. Karena ketika disaksikan di televisi, reaksinya biasanya pasti lebih besar," ujarnya.
 
Menurut Nana, masyarakat mungkin berpikir topik acara Mata Najwa on Stage Surabaya bertajuk "Lakon Politik Republik" terlalu berat untuk dibahas di hadapan mahasiswa. Namun, kata dia, dengan program Republik Sentilan Sentilun, perkawinan isu berat bisa dibahas menjadi ringan.
 
"Dengan pendekatan program ini, Mata Najwa mengajak Republik Sentilan Sentilan dengan pendekatan yang berbeda dan penyajian yang berbeda, dan tentu di luar dugaan. Sentilan Sentilun ini memang ide kami membawa isu berat menjadi ringan. Yang terpenting pesan kami tersampaikan dengan kondisi negeri seperti sekarang ini," jelasnya.
 
Nana juga mengaku salut dengan kehadiran Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, di tengah situasi DPR dalam sorotan publik. "Saya jujur angkat topi sama bang Fadli Zon, karena kan tidak mudah untuk datang ke mahasiswa saat DPR di tengah dalam sorotan. Memang politisi harus terbiasa menghadapi reaksi-reaksi yang ada saat ini," pungkasnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif