Hingga berita ini dimuat, Selasa 4 April 2017, sebanyak 25 warga masih dalam pencarian. Diperkirakan, mereka tertimbun material longsor.
Baca: Pemprov Jatim Fokus Evakuasi Korban Longsor
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Manager Respon DMC Dompet Dhuafa, Fadhilah Rahman, mengatakan tim terlibat dalam penanganan warga korban longsor. Tim juga menyemprotkan desinfektan untuk membasmi kuman dan menghindarkan warga dari penyakit pascalongsor.

(Tim dari Dompet Dhuafa terlibat dalam penanganan korban longsor di Ponorogo, dok: istimewa)
"Saat ini sebanyak 30 orang membutuhkan tim pendamping psikologi karena mereka trauma terhadap bencana tersebut," kata Fadhilah dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.
Fadhilah mengatakan Dompet Dhuafa membangun posko di rumah Pak Sandi dan Ibu Sringatun di Dukuh Cengkir, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung. Tim yang bertugas di posko itu membantu para korban setelah bencana.
Sabtu 1 April 2017, longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Area longsor memanjang di sisi bukit kurang lebih 400 meter. Sementara tebing bukit yang longsor itu mencapai ketinggian sekitar 20 meter.
Material longsor menimbun rumah dan warga yang sedang memanen jahe di lereng bukit. Dua RT di Desa Banaran terkena dampak longsor.
Baca: 300 Pengungsi Longsor Ponorogo Butuh Bantuan
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga orang tewas dalam kejadian tersebut. Sementara korban luka dirawat di Puskesmas Pulung.
Lihat video:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
