"Hingga saat ini Jawa Timur masih terpantau kondusif. Dari pantauan 'termometer' di Jawa Timur masih 36 hingga 37 derajat. Artinya sehat-sehat saja. Kalau sampai 40 derajat namanya step (kejang)," kata Soekarwo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2015).
Orang nomor satu di Jawa Timur itu mengaku menggandeng sejumlah aparat dan masyarakat guna menciptakan kondisi yang aman di wilayahnya. Gubernur menggandeng Polda Jawa Timur dan Komando Daerah Militer V/Brawijaya agar insiden Tolikara tidak merembet ke Jawa Timur.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Intinya adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan terprovokasi terutama menyangkut agama. Karena memprovokasi agama ini sangat mudah," ujarnya.
Menurutnya kunci dari perdamian adalah para ulama dan pemimpin (umaro) berdiskusi membahas persatuan Indonesia. Ia berharap para pemimpin agama mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
"Memang paling gampang memprovokasi agama. Sebetulnya, ada kepentingan lain selain agama," ujarnya.
Sementara itu, Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama akan digelar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus mendatang. Menurut Pakde Karwo, Muktamar NU itu juga akan membahas persatuan antarumat beragama.
"Soal Tolikara nanti juga akan dibahas di Muktamar NU di Jombang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
