Pertama, anak penerima KPM yang diperkenalkan oleh Khofifah yaitu Candra Marimar. Gadis berusia 16 tahun itu meraih juara 2 Kejuaraan Gulat South East Asian Junior & Cadet Wrestling Championships yang digelar di Thailand, pada awal April 2017.
Khofifah salut dengan usaha orang tua Candra, Jumiah. Menurutnya, apa yang dilakukan Jumiah menjadi contoh bahwa penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga bisa mendidik anak-anaknya mengukir prestasi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Saya mengundang juga Jumiah untuk ke depan. Ibunya Candra ini sungguh luar biasa," tutur Mensos memuji, sambil menyalami dan memeluk keduanya.
Di hadapan Khofifah dan ratusan penerima PKM, Candra menceritakan awal mula menggeluti olahraga gulat. Kegiatan itu mulai ditekuninya saat mengikuti program ekstrakulikuler saat SMP. Berkat keseriusan menjalani latihan, siswi kelas 10 SMAN Olahraga Jawa Timur itu berhasil menjuarai kejuaraan tingkat nasional, di antaranya Juara 1 POPDA Jatim dan Juara 1 Kejurnas Gulat PPLP.
Selain Candra, Mensos juga memperkenalkan Joni (13), pelajar SMP yang juga anak dari salah satu penerima PKH di Nganjuk, Jawa Timur. Prestasinya tak kalah membanggakan, yakni juara 1 tingkat nasional Kejuaraan Atletik 2.000 meter.
Selain kedua siswa/siswi tersebut, ada banyak lagi putra daerah nganjuk yang merupakan anak berprestasi penerima PKH. Hal itu menjadi tanda bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang bagi peserta KPM untuk membibing anak anaknya mencetak prestasi.
Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada seluruh KPM di Indonesia, daerah Nganjuk khususnya, untuk mencontoh apa yang telah dilakukan oleh orang tua Candra dan Joni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ROS)
